Menjangkau Pedalaman: Malinau hingga Nunukan Masuk Daftar 13 Titik Pembangunan Listrik Tenaga Surya

Beraupost • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 08:30 WIB
KELISTRIKAN: Pemerintah Pusat menyetujui 13 desa menjadi prioritas untuk pembangunan PLTS. (HRK)
KELISTRIKAN: Pemerintah Pusat menyetujui 13 desa menjadi prioritas untuk pembangunan PLTS. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Upaya pemerataan akses listrik di wilayah terpencil Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan progres. 

Dari 123 desa yang sebelumnya diusulkan untuk dialiri listrik, sebanyak 10 desa telah disetujui pemerintah pusat dan kini bertambah menjadi 13 lokasi prioritas.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan menjelaskan, penambahan lokasi tersebut merupakan hasil pembahasan terbaru bersama Kementerian ESDM. 

“Awalnya ada 10 desa yang disetujui. Namun dalam perkembangan survei, ada tambahan tiga lokasi. Sehingga total menjadi 13 titik yang akan dibangun pembangkit listrik,” ujarnya, Senin (30/3) lalu. 

Ia menyebutkan, seluruh lokasi tersebut merupakan daerah terisolasi yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Oleh karena itu, pemerintah pusat merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di masing-masing titik. 

“Wilayah ini tidak bisa disambungkan dengan jaringan listrik yang ada di kota. Jadi pembangkitnya harus dibangun langsung di lokasi, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya. 

Beberapa wilayah yang masuk dalam rencana elektrifikasi tersebar di daerah pedalaman dan perbatasan. Seperti Kabupaten Malinau, Nunukan, hingga wilayah Krayan. 

Di antaranya Desa Lung Lake, Lung Berang, Lung Simau, Pa Padi, Tang Paye, serta desa-desa di Kecamatan Lumbis dan Sembakung. Seperti Pelaju, Tepian, dan Tagul. Selain itu, terdapat pula wilayah Long Lejuh di Kabupaten Bulungan. 

“Tambahan tiga lokasi terbaru meliputi Dusun Labuan di Kecamatan Sembakung, Pelaju Kecil, serta satu klaster di Long Lake, Malinau Selatan. Totalnya, terdapat 13 titik desa terisolasi yang akan dibangun PLTS dan saat ini menunggu penetapan melalui surat keputusan (SK) Menteri ESDM,” sebutnya. 

Ia memperkirakan, dari 13 lokasi tersebut, sekitar 1.000 sambungan rumah dapat terlayani. Namun jumlah itu bervariasi karena kondisi desa yang berbeda-beda, mulai dari 50 hingga 200 rumah per lokasi. 

Lebih lanjut, Pemprov Kaltara juga telah menyiapkan tambahan 12 lokasi usulan baru. Jika seluruhnya disetujui, maka total desa yang akan dialiri listrik bisa mencapai 25 lokasi. 

“Ini masih kita dorong ke pusat. Mudah-mudahan bisa disetujui semua,” imbuhnya. 

Pemprov Kaltara menargetkan 10 hingga 20 desa dapat dialiri listrik setiap tahun. Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, dalam lima hingga enam tahun ke depan sekitar 100 desa diharapkan sudah menikmati listrik. 

“Kita sangat berharap dukungan APBN. Arah pengembangannya juga ke energi terbarukan, salah satunya PLTS,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
listrik perbatasan plts Kaltara