Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Manfaatkan Waktu Hujan, Begini Modus Pelaku Pembobol Booth Jualan di Kawasan Taman Berlabuh Tarakan

Beraupost • Minggu, 25 Januari 2026 | 08:40 WIB
Kanit Pidum Polres Tarakan, Ipda Eko Susilo. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
Kanit Pidum Polres Tarakan, Ipda Eko Susilo. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kasus pencurian di Kota Tarakan dilaporkan kembali marak sejak awal tahun 2026.

Kepolisian mencatat peningkatan laporan, terutama pencurian terhadap booth usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di pinggir jalan, serta pencurian kendaraan bermotor.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah melalui Kanit Pidum Ipda Eko Susilo mengatakan, tren pencurian sebenarnya sudah meningkat sejak akhir tahun lalu dan berlanjut hingga Januari 2026.

“Untuk laporan pencurian, bukan hanya di awal tahun ini saja. Sebelumnya juga sudah cukup meningkat, terutama pencurian terhadap booth UMKM yang ada di pinggir jalan,” kata Eko, Jumat (23/1).

Salah satu kasus yang menonjol terjadi di kawasan Taman Berlabuh, Kota Tarakan. Sebuah booth jualan dibobol pelaku saat hujan dan pemilik tengah terlelap tidur.

“Biasanya pelaku beraksi di saat hujan, ketika masyarakat sedang tidur lelap. Itulah momen yang dimanfaatkan pelaku untuk melakukan pencurian,” jelasnya.

Selain pencurian booth, kepolisian juga menerima laporan pencurian sepeda motor. Sepanjang Januari ini, sedikitnya dua unit sepeda motor dilaporkan hilang di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Jenis pencurian lain yang kerap terjadi adalah pencurian barang di kendaraan. Seperti telepon genggam yang ditinggalkan di dasbor sepeda motor saat diparkir.

“Banyak kejadian karena adanya kelalaian. Contohnya, handphone diletakkan di dasbor motor, saat ditinggal sebentar langsung diambil orang,” ujarnya.

Untuk modus, pelaku umumnya membobol rantai atau gembok booth dengan cara dirusak. Sementara pada kasus pencurian kendaraan bermotor, sebagian terjadi karena kunci masih menempel di sepeda motor.

“Ada laporan yang menyebutkan kunci motor masih menempel. Ini menunjukkan adanya kelalaian dari pemilik sendiri,” katanya.

Menurutnya, kesempatan terjadinya pencurian tidak hanya berasal dari niat pelaku. Tetapi juga dari kurangnya kewaspadaan masyarakat.

“Kadang kita menganggap tempat kita aman, lalu lengah. Dari situlah muncul kesempatan bagi pelaku,” imbuhnya.

Hingga kini, kepolisian belum merekap jumlah pasti kasus pencurian yang terjadi sepanjang Januari.

Data lengkap baru akan dihitung di akhir bulan untuk mengetahui jumlah kejadian, motif, serta pola perbuatannya.

Terkait lokasi, Eko menyebutkan tidak ada titik rawan tertentu. Laporan pencurian masih bersifat menyebar dan tidak terfokus di satu wilayah saja.

“Kejadiannya tidak dominan di satu tempat, tapi menyebar di beberapa lokasi,” jelasnya.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, baik di rumah maupun di luar rumah.

Pemilik booth diminta tidak meninggalkan barang berharga di tempat jualan dan memastikan gembok, serta rantai terpasang dengan baik.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek kembali barang bawaan serta kendaraan sebelum ditinggalkan.

“Dimanapun berada, tetap mawas diri. Tujuannya agar kita bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pesan Eko. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#pencurian #polres tarakan #taman berlabuh #Tarakan #booth