Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bulungan Catat Inflasi Tertinggi di Kaltara, Kota Tarakan dan Nunukan Menyusul!

Beraupost • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:30 WIB
INFLASI: Tarif transportasi udara jadi pendorong utama inflasi di Kaltara pada tahun lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
INFLASI: Tarif transportasi udara jadi pendorong utama inflasi di Kaltara pada tahun lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat inflasi pada Desember 2025 tetap berada dalam kondisi terkendali dan sesuai sasaran nasional.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kaltara tercatat sebesar 2,57 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 1,29 persen. Namun masih berada dalam rentang target inflasi nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara Hasiando Ginsar Manik mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kuatnya sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah, dalam menjaga stabilitas harga di wilayah perbatasan.

“Inflasi Kalimantan Utara tahun 2025 tetap terjaga dalam sasaran. Hal ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID),” ujar Hasiando.

Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi gabungan tiga kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltara pada Desember 2025 tercatat 0,54 persen.

Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

“Salah satu faktor pendorong utama inflasi berasal dari kenaikan tarif angkutan udara. Seiring meningkatnya permintaan perjalanan masyarakat selama periode libur akhir tahun. Meski demikian, kenaikan tersebut relatif tertahan berkat kebijakan diskon tarif yang diterapkan selama periode HBKN Nataru,” jelasnya.

Selain sektor transportasi, tekanan inflasi juga datang dari kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit.

Peningkatan permintaan masyarakat pada momen HBKN, di tengah pasokan yang mulai menurun pasca musim panen. Turut memicu kenaikan harga komoditas pangan tersebut.

“Namun secara umum, tekanan inflasi pangan masih dapat dikelola dengan baik melalui upaya penguatan pasokan dan distribusi,” tegas Hasiando.

Berdasarkan wilayah, seluruh daerah IHK di Kalimantan Utara tercatat mengalami inflasi bulanan.

Kabupaten Bulungan (Tanjung Selor) mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,67 persen (mtm), disusul Kota Tarakan 0,60 persen (mtm), dan Kabupaten Nunukan 0,37 persen (mtm).

Di sisi lain, terdapat sejumlah faktor yang menahan laju inflasi pada Desember 2025.

 Penurunan harga angkutan laut menjadi salah satu penahan inflasi, sejalan dengan pemberlakuan diskon tarif transportasi laut oleh pemerintah selama periode Nataru.

Selain itu, melimpahnya pasokan ikan bandeng atau ikan bolu akibat panen yang meningkat.

Serta turunnya harga bayam karena musim panen lokal yang didukung curah hujan kondusif. Turut membantu menjaga stabilitas harga. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#tiket pesawat #tertinggi #Inflasi Kaltara #Tarakan