Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BPS Kaltara Catat Nilai Impor Turun 5,90 Persen (USD 699 Juta) Sepanjang Januari–September 2025

Beraupost • Sabtu, 15 November 2025 | 09:40 WIB
ILUSTRASI: Penurunan ekspor nonmigas terutama dipicu merosotnya kinerja ekspor hasil pertambangan. (HRK)
ILUSTRASI: Penurunan ekspor nonmigas terutama dipicu merosotnya kinerja ekspor hasil pertambangan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat kinerja impor provinsi ini mengalami penurunan sepanjang Januari—September 2025.

Kepala BPS Kaltara Masud Rifai menjelaskan, nilai impor Kaltara pada periode tersebut mencapai USD 699,27 juta turun 5,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 743,10 juta.

“Penurunan impor ini terutama disebabkan oleh menurunnya nilai impor komoditas hasil industri dan hasil tambang,” ujarnya, Kamis (13/11).

Komoditas nonmigas masih mendominasi dengan nilai impor USD 694,63 juta, sementara migas hanya sebesar USD 4,64 juta.

Barang hasil industri menjadi penyumbang terbesar impor dengan nilai USD 692,16 juta, meskipun turun 6,03 persen dibanding tahun lalu.

Sedangkan impor hasil tambang anjlok 57,59 persen, menjadi USD 2,46 juta. Adapun sektor pertanian tercatat tidak melakukan transaksi impor selama periode tersebut.

“Secara bulanan, nilai impor Kaltara pada September 2025 mencapai USD 87,83 juta, naik tajam 46,09 persendibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya impor produk hasil industri,” jelasnya.

Dari sisi negara asal, impor Kaltara masih didominasi oleh Tiongkok dengan kontribusi mencapai 81,47 persen dari total impor nonmigas, disusul Singapura (9,64 persen) dan Vietnam (5,27 persen).

Nilai impor nonmigas dari Tiongkok pada September 2025 mencapai USD 73,07 juta.

Sementara itu, untuk impor migas, seluruh transaksi tercatat berasal dari Tiongkok dengan nilai USD 4,62 juta.

“Berdasarkan klasifikasi barang, delapan golongan utama yang diimpor antara lain mesin/perlengkapan elektrik USD 188,21 juta, peralatan mekanis USD 149,29 juta, serta tembakau olahan USD 107,05 juta,” sebut dia.

Ia menambahkan, meskipun nilai impor turun, struktur impor Kaltara menunjukkan aktivitas industri yang tetap berjalan dinamis.

“Penurunan ini tidak selalu berdampak negatif. Sebagian disebabkan oleh efisiensi industri dan peningkatan produksi dalam negeri,” tuturnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#industri #non tambang #BPS Kaltara #pertambangan