Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Limbah PT PRI Diduga Merusak Kebun: Warga Tarakan Utara Gelar Aksi Protes, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan

Beraupost • Rabu, 5 November 2025 | 13:48 WIB
AKSI DAMAI: Salah seorang perwakilan mahasiswa saat berorasi di hadapan peserta aksi dan PT PRI, Rabu (5/11).(SEPTIAN ASMADI/HRK)
AKSI DAMAI: Salah seorang perwakilan mahasiswa saat berorasi di hadapan peserta aksi dan PT PRI, Rabu (5/11).(SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Ketegangan antara warga RT 01 Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara, dengan PT Phoenix Resources International (PT PRI) kembali mencuat.

Ratusan warga menggelar aksi di sekitar lokasi perusahaan pada Rabu (5/11), menuntut penyelesaian tuntas atas dugaan kerusakan lahan perkebunan mereka yang diakibatkan oleh pembuangan limbah PT PRI dan tindakan penyerobotan.

Aksi ini merupakan lanjutan dari serangkaian protes warga yang merasa dirugikan dan tidak mendapatkan kejelasan dari pihak perusahaan.

Koordinator aksi, Abdin Situmorang, dalam orasinya menegaskan bahwa warga telah mencapai batas kesabaran.

“Kami sangat menghormati dan salam hormat dari kami masyarakat yang terdampak agar kegiatan ini menentu harapan masyarakat dan harapan kita semua. Masalah ini tuntas hari ini. Itu harapannya. Jadi hari ini adalah harga mati,” tegas Abdin di hadapan massa aksi.

Abdin menekankan bahwa tuntutan warga bersifat final dan tidak dapat dinegosiasikan lagi.

"Seperti apa yang sudah diarahkan. Dan memang sudah diawal seperti itu. Tidak ada tawar-menawar lagi. Tidak ada negosiasi lagi. Itu kesepakatan kami semua, masyarakat. Dan tentu kesepakatan kita, sama-sama," katanya.

Puncak kekesalan warga juga dipicu oleh dugaan tindakan arogan perusahaan yang Situmorang sebut telah memagari lahan milik warga.

"Nah, itulah salah satu arogansinya pihak perusahaan. Memagar lahan warga.Selain merusak kebun dan juga menyerobot," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyesalkan sikap PT PRI yang hingga saat ini belum mengakui kesalahannya apalagi meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak.

Dalam instruksinya kepada massa, ia mengajak seluruh pemilik lahan, baik kaum pria maupun wanita, untuk bergerak maju.

“Jadi saya minta untuk semua pemilik lahan, baik kaum wanita maupun bapak-bapaknya. Kita balik terdepan. Kita harus paling terdepan. Tentu mereka akan mendukung kita," tutupnya, seraya meminta masyarakat untuk solid dan tidak gentar dalam memperjuangkan hak mereka.

selengkapnya dapat Anda baca SKH Harian Rakyat Kaltara edisi Kamis, 6 November 2025.(sas)

Editor : Nurismi
#konflik #warga #PT Phoenix Resource International #Tarakan #lahan