Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Meriah! 103 Peserta Ramaikan Folk Carnival Benuanta Fest Kaltara, Antusiasme Masyarakat Tinggi

Beraupost • Senin, 3 November 2025 | 10:55 WIB

PERAYAAN HUT KALTARA: Folk Carnival menjadi manifestasi visual yang megah dari keberagaman dan kekayaan budaya masyarakat Kaltara. (FAISAL/HRK)
PERAYAAN HUT KALTARA: Folk Carnival menjadi manifestasi visual yang megah dari keberagaman dan kekayaan budaya masyarakat Kaltara. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini dirangkaikan dengan Folk Carnival sebagai rangkaian kegiatan Benuanta Fest 2K25.

Karnaval yang menampilkan ragam budaya daerah ini menjadi manifestasi visual yang megah dari keberagaman dan kekayaan budaya masyarakat Kaltara.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan tahunan. Melainkan wujud nyata dari semangat ‘Persatuan dalam Keberagaman’.

Ia menyebut karnaval ini sebagai narasi bergerak yang menunjukkan identitas dan kebanggaan masyarakat Kaltara.

"Kita harus melestarikan kegiatan seperti ini karena mengangkat budaya-budaya yang ada di Provinsi Kalimantan Utara. Mulai dari lomba dayung di Sungai Kayan hingga Folk Carnival yang menampilkan keberagaman budaya dari berbagai daerah di Kaltara," ujarnya, Sabtu (1/11) malam.

Antusiasme masyarakat dan peserta pun sangat tinggi. Tercatat sebanyak 103 peserta turut memeriahkan karnaval.

Bahkan, banyak kelompok yang ingin ikut serta, namun tidak dapat diakomodasi karena keterbatasan waktu dan kapasitas kegiatan.

"Sebenarnya masih banyak yang mendaftar, tapi kita batasi 103 peserta malam ini. Begitu juga masyarakat yang datang menonton, sangat ramai dan penuh semangat," ungkapnya.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Zainal menilai kegiatan seperti Folk Carnival juga memiliki nilai strategis bagi pembangunan ekonomi daerah.

Ia menyebut, karnaval ini merupakan magnet pariwisata yang mampu menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Kita harus menjadikannya momentum untuk menarik wisatawan. Kehadiran mereka berarti percepatan pergerakan ekonomi lokal, memajukan UMKM, industri kerajinan, dan sektor jasa pariwisata," jelasnya.

Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara luas terbukti mampu memberikan efek domino terhadap ekonomi.

Di sepanjang kawasan Sungai Kayan, ratusan pelaku UMKM tampak memanfaatkan momentum karnaval untuk membuka usaha dan melayani ribuan pengunjung yang memadati lokasi acara.

"Kita lihat pedagang dan pelaku UMKM semua ikut bergerak. Ini menunjukkan kegiatan budaya juga bisa menghidupkan ekonomi daerah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur memastikan bahwa Folk Carnival akan menjadi agenda tahunan rutin Pemerintah Provinsi Kaltara.

Dengan semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi rakyat, Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen menjadikan Folk Carnival sebagai simbol kebersamaan dan kebanggaan daerah.

Bahwa keberagaman bukan sekadar perbedaan, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat Kalimantan Utara. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Benuanta Fest 2K25 #budaya #folk #Kaltara #carnival