Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BMKG Tarakan Ingatkan Nelayan: Frekuensi Hujan Meningkat Mulai 27 Maret, Pantau Tinggi Gelombang

Beraupost • Jumat, 27 Maret 2026 | 07:55 WIB

RELATIF AMAN: Prakiraan cuaca di perairan Kaltara relatif aman. (HRK)
RELATIF AMAN: Prakiraan cuaca di perairan Kaltara relatif aman. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprakirakan kondisi cuaca di wilayah perairan Kalimantan Utara (Kaltara) masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran dalam beberapa hari ke depan.

Meski demikian, peningkatan frekuensi hujan diprediksi terjadi mulai akhir pekan ini, sehingga masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Forecaster BMKG Tarakan Ida Bagus Gede Yamuna menjelaskan, tinggi gelombang di perairan Kaltara saat ini masih berada di bawah 1,5 meter.

Kondisi tersebut secara umum masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran, baik bagi nelayan maupun transportasi laut seperti speedboat dan kapal penumpang.

“Kalau dari ketinggian gelombang masih cenderung di bawah 1,5 meter, sehingga masih dikatakan aman untuk bepergian,” ujarnya, Kamis (26/3).

Meski demikian, ia mengingatkan faktor cuaca lokal tetap perlu diperhatikan. Hujan yang terjadi di wilayah perairan dapat memengaruhi kondisi keselamatan di laut, terutama jika disertai angin kencang.

“Faktor lokal seperti hujan di perairan Kaltara masih ada. Karena itu, nelayan maupun pengemudi speedboat dan kapal diharapkan lebih memperhatikan kondisi cuaca di sekitar,” tambahnya.

BMKG juga memprakirakan adanya peningkatan frekuensi hujan dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor lokal dan adanya belokan angin yang memicu terbentuknya awan hujan secara tidak merata di sejumlah wilayah.

“Mulai besok, frekuensi hujan dalam satu hari akan meningkat. Termasuk di wilayah perairan Kaltara juga berpotensi terjadi hujan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini diperkirakan akan berlangsung dalam sepekan ke depan, terhitung mulai 27 Maret hingga beberapa hari setelahnya.

Intensitas hujan yang meningkat tersebut berpotensi berdampak pada dinamika gelombang laut.

“Ketika frekuensi hujan tinggi, maka itu juga bisa berdampak pada ketinggian gelombang,” katanya.

BMKG Tarakan pun mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut. Agar rutin memantau perkembangan informasi cuaca resmi.

Informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai kanal resmi BMKG, baik laman maritim maupun media sosial.

Selain itu, pihaknya juga terus memantau kondisi cuaca di sejumlah titik perairan strategis di Kaltara, meliputi perairan Nunukan, Sebatik, Tarakan, Bunyu, hingga Bulungan, serta prakiraan cuaca di sejumlah pelabuhan.

“Harapannya, masyarakat bisa selalu update informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di perairan, sehingga keselamatan tetap menjadi prioritas,” harapnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#bmkg tarakan #Aktivitas #pelayaran