HARIAN RAKYAT KALTARA — Warga Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di kamar rumah kontrakan, Kamis (5/3) siang. Pria tersebut diduga mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Korban diketahui berinisial BR (27), warga Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Barat.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Cendana RT 20, Sebengkok. Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.
Kapolsek Tarakan Barat Ipda Niger Andian Bunga menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 Wita ketika korban ditemukan oleh pemilik rumah kontrakan setelah pintu kamar korban dibuka secara paksa.
“Sebelumnya ibu korban meminta bantuan pemilik kontrakan untuk membuka pintu kamar. Karena korban tidak merespons saat dipanggil,” ujarnya, Jumat (6/3).
Ibu korban, Masito (53), yang juga bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah pemilik kontrakan menjadi orang pertama yang mencurigai kondisi tersebut.
Menurut keterangannya kepada polisi, sejak pagi hari ia sudah bekerja di rumah pemilik kontrakan.
Sekitar pukul 10.00 Wita, korban sempat meminjam tangga milik pemilik rumah yang rencananya digunakan untuk memasang lampu di kontrakan tersebut.
Namun saat kembali sekitar pukul 13.00 Wita, ia mendapati pintu kamar anaknya dalam keadaan terkunci dari dalam.
Setelah beberapa kali dipanggil namun tidak ada jawaban. Ia kemudian meminta bantuan pemilik rumah kontrakan, Nanang Helmi (49), untuk membuka pintu.
“Setelah pintu kamar dibuka secara paksa, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar,” ungkapnya.
Pemilik kontrakan, Nanang Helmi mengakui terakhir kali melihat korban sekitar pukul 10.30 Wita ketika meminjam tangga.
Ia menuturkan korban bersama ibunya telah menempati rumah kontrakan tersebut selama kurang lebih dua hingga tiga tahun.
Selama itu pula, menurutnya, tidak pernah terjadi keributan maupun permasalahan dengan warga sekitar.
“Selama tinggal di sini tidak pernah ada masalah dengan tetangga atau orang lain,” kata Niger.
Korban diketahui bekerja sebagai karyawan di sebuah toko di Kota Tarakan. Manajer tempat korban bekerja, Abdul Rohman (39), juga datang ke lokasi setelah mendapat kabar dari warga.
Ia mengungkapkan, korban seharusnya masuk kerja pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 Wita.
Namun karena korban tidak kunjung datang, pihak tempat kerja kemudian menerima informasi bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia.
“Selama bekerja sekitar dua tahun, korban tidak pernah memiliki masalah di lingkungan kerja,” ujarnya.
Setelah proses identifikasi awal di lokasi, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr. H. Jusuf SK untuk dilakukan pemeriksaan visum guna memastikan penyebab pasti kematian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Motif dan penyebab pasti masih dalam penyelidikan,” pungkas Kapolsek. (sas/uno)
Editor : Nurismi