Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Stok Beras Aman! Produksi Padi Kaltara Naik Signifikan di 2025, Bulungan dan Malinau Jadi Andalan

Beraupost • Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:10 WIB

ILUSTRASI: Realisasi luas panen padi sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai sekitar 10.210 hektare. (HRK)
ILUSTRASI: Realisasi luas panen padi sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai sekitar 10.210 hektare. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kinerja sektor pertanian di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren positif sepanjang 2025 lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat adanya peningkatan signifikan, baik pada luas panen maupun produksi padi dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim mengungkapkan, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 10.210 hektare.

Angka tersebut meningkat 1.927 hektare atau 23,27 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 8.282 hektare. Selain meningkat, pola panen juga mengalami pergeseran.

Jika sebelumnya puncak panen terjadi pada Januari, pada 2025 bergeser ke Februari.

Pada Februari 2025, luas panen tercatat 1.885 hektare. Sementara pada Januari 2024, luas panen mencapai 2.313 hektare.

Perubahan ini menunjukkan adanya dinamika musim tanam dan panen yang turut memengaruhi produksi.

Dari sisi produksi, kinerja padi juga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, produksi padi mencapai 46.598 ton Gabah Kering Panen (GKP). Naik 9.749 ton atau 26,46 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 36.849 ton GKP.

“Produksi tertinggi terjadi pada Februari 2025 dengan capaian 8.691 ton GKP. Sedangkan produksi terendah terjadi pada Agustus, yakni sekitar 813 ton GKP,” ungkapnya.

Jika dikonversikan ke dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), total produksi padi Kaltara pada 2025 mencapai 38.038 ton.

Angka ini meningkat 7.958 ton atau 26,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 30.080 ton GKG.

Secara wilayah, produksi tertinggi pada 2025 berasal dari Kabupaten Bulungan. Disusul Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.

Sebaliknya, produksi terendah tercatat di Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.

“Meski secara umum mengalami peningkatan, penurunan produksi tercatat terjadi di Kabupaten Nunukan. Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Bulungan dan Malinau justru mencatatkan kenaikan produksi yang cukup signifikan,” terangnya.

BPS Kaltara juga memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut pada awal 2026. Potensi luas panen padi pada periode Januari—Maret 2026 diperkirakan mencapai 5.218 hektare.

Meningkat 17,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, produksi padi diproyeksikan mencapai 23.166 ton GKP atau naik 13,84 persen.

Adapun jika dikonversikan menjadi beras, total produksi sepanjang 2025 setara dengan 22.550 ton beras, meningkat 4.718 ton dibandingkan 2024.

Produksi beras tertinggi terjadi pada Februari sebesar 4.206 ton. Sedangkan terendah pada Agustus sekitar 393 ton. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#BPS Kaltara #pertanian #produksi padi