Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Nasib Nelayan Kaltara Februari 2026: Harga Jual Ikan Turun, Biaya Hidup Malah Makin Mencekik!

Beraupost • Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:10 WIB

PERIKANAN: Indeks Harga yang Diterima pelaku usaha perikanan turun 0,18 persen. (HRK)
PERIKANAN: Indeks Harga yang Diterima pelaku usaha perikanan turun 0,18 persen. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat kinerja sektor perikanan mengalami dinamika pada Februari 2026.

Penurunan pada subsektor perikanan tangkap menjadi faktor utama yang menekan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) di Kaltara.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, NTNP pada Februari 2026 tercatat turun sebesar 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Penurunan tersebut terjadi karena Indeks Harga yang Diterima (It) oleh pelaku usaha perikanan turun sebesar 0,18 persen. Sementara Indeks Harga yang Dibayar (Ib) justru meningkat sebesar 0,05 persen,” kata dia, Rabu (11/3).

Menurutnya, turunnya indeks harga yang diterima pelaku usaha perikanan dipengaruhi oleh penurunan pada kelompok perikanan tangkap.

Pada periode tersebut, indeks kelompok perikanan tangkap tercatat turun sebesar 0,60 persen. Sebaliknya, kelompok perikanan budidaya justru mengalami peningkatan sebesar 0,25 persen.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya indeks pada sektor perikanan tangkap. Sedangkan sektor budidaya masih menunjukkan kinerja yang relatif baik.

Lebih lanjut, BPS juga mencatat Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada Februari 2026 mengalami penurunan yang lebih dalam, yakni sebesar 0,68 persen.

Kondisi ini dipicu oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima nelayan 0,60 persen. Sementara Indeks Harga yang Dibayar nelayan meningkat sebesar 0,08 persen.

“Penurunan pada sektor penangkapan ikan dipengaruhi oleh turunnya indeks kelompok penangkapan di perairan umum sebesar 1,32 persen. Serta penangkapan di laut yang turun sebesar 0,48 persen,” terangnya.

Di sisi lain, subsektor budidaya ikan menunjukkan tren yang lebih positif. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) pada Februari 2026 tercatat naik sebesar 0,23 persen.

Peningkatan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima pembudidaya ikan naik sebesar 0,25 persen.

Sedangkan Indeks Harga yang Dibayar hanya meningkat tipis sebesar 0,02 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan indeks pada beberapa jenis usaha budidaya.

“Budidaya air tawar tercatat naik sebesar 0,86 persen, sedangkan budidaya air laut meningkat hingga 1,49 persen. Sementara itu, budidaya air payau relatif stabil pada periode yang sama,” bebernya.

Selain faktor harga hasil produksi, peningkatan Indeks Harga yang Dibayar juga dipengaruhi oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga nelayan dan pembudidaya ikan sebesar 0,04 persen.

Sementara komponen biaya produksi dan penambahan barang modal tercatat relatif stabil.

Perkembangan NTNP menjadi salah satu indikator penting dalam melihat tingkat kesejahteraan pelaku usaha sektor perikanan di Kalimantan Utara. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#BPS Kaltara #menurun #NTNP #pemprov kaltara