Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cuan Peternak Unggas Melejit di Februari 2026, BPS Kaltara Ungkap Pemicu Kenaikan NTPT

Beraupost • Selasa, 31 Maret 2026 | 08:20 WIB

KINERJA POSITIF: BPS Kaltara mencatat Nilai Tukar Peternakan mengalami kenaikan didorong membaiknya harga komoditas di tingkat peternak. (HRK)
KINERJA POSITIF: BPS Kaltara mencatat Nilai Tukar Peternakan mengalami kenaikan didorong membaiknya harga komoditas di tingkat peternak. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Sektor peternakan di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan kinerja positif pada Februari 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Peternakan (NTPT) mengalami kenaikan, didorong oleh membaiknya harga komoditas di tingkat peternak.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim mengungkapkan, NTPT pada Februari 2026 naik sebesar 0,21 persen.

Kenaikan ini terjadi karena indeks yang diterima peternak (It) meningkat sebesar 0,27 persen. Lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks yang dibayar (Ib) yang sebesar 0,06 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum pendapatan peternak mengalami peningkatan. Meskipun di sisi lain biaya yang harus dikeluarkan juga ikut naik,” ujarnya, Minggu (29/3) lalu.

Ia menjelaskan, peningkatan It dipicu oleh naiknya harga komoditas pada beberapa kelompok ternak.

Kelompok unggas menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan sebesar 0,37 persen, disusul kelompok ternak kecil yang naik 0,13 persen.

Sementara itu, kelompok ternak besar serta hasil ternak lainnya tercatat relatif stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan selama periode tersebut.

Kenaikan harga di sektor unggas dan ternak kecil cukup memberikan dorongan terhadap peningkatan pendapatan peternak.

Di sisi lain, kenaikan indeks yang dibayar peternak dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) tercatat naik sebesar 0,08 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM) cenderung stabil.

“Meski biaya produksi relatif terkendali, Kami menilai peternak tetap perlu waspada terhadap potensi kenaikan harga input di masa mendatang yang dapat memengaruhi keuntungan usaha,” terangnya.

Menurutnya, tren positif ini menjadi sinyal bahwa sektor peternakan masih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan di Kaltara. Terutama dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Ini menjadi momentum yang baik untuk mendorong penguatan sektor peternakan, baik dari sisi produksi maupun distribusi,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, pertumbuhan ini dapat terus dijaga melalui dukungan kebijakan yang tepat. Termasuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.

Dengan demikian, sektor peternakan diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Kaltara. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#BPS Kaltara #kenaikan #Nilai Tukar Peternakan (NTPT)