Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Siap-siap Padat! Puncak Arus Balik di Bandara Juwata Tarakan Diprediksi Sabtu dan Minggu Ini

Beraupost • Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:15 WIB

ARUS BALIK: Bandara Internasional Juwata Tarakan nampak kondusif saat arus balik Lebaran, Jumat (27/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
ARUS BALIK: Bandara Internasional Juwata Tarakan nampak kondusif saat arus balik Lebaran, Jumat (27/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Juwata Tarakan mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang puncak arus balik Lebaran 2026.

Meski sempat terjadi keterlambatan penerbangan (delay), kondisi operasional secara umum masih terpantau aman dan terkendali.

Ketua Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 Bandara Internasional Juwata Tarakan Denny Kurniawan mengatakan, delay merupakan hal yang lumrah terjadi di tengah lonjakan penumpang pada musim mudik dan arus balik.

“Kalau kondisi seperti ini memang lagi padat. Penumpang mengalami peningkatan, jadi ada beberapa penerbangan yang sedikit terlambat. Tapi masih bisa dimanajemen dengan baik oleh pihak maskapai,” ujarnya, Jumat (27/3).

Ia menjelaskan, keterlambatan salah satunya terjadi pada penerbangan maskapai Super Air Jet dengan rute transit Balikpapan. Dampaknya, sempat terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu bandara.

Meski demikian, kapasitas ruang tunggu dinilai masih memadai dan tidak sampai menimbulkan kepadatan berlebih.

“Masih dalam kondisi ramai lancar, belum sampai terjadi krodit,” jelasnya.

Denny mengungkapkan, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3).

Hal ini seiring berakhirnya masa libur panjang Lebaran serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) di sejumlah instansi, yang membuat sebagian masyarakat masih berada di luar daerah.

“Prediksi kami peningkatan arus balik akan terjadi di akhir pekan ini, karena itu merupakan long weekend terakhir masa libur Lebaran,” katanya.

Berdasarkan data sementara hingga Kamis malam (26/3) pukul 22.00 Wita, tercatat sebanyak 14 penerbangan berangkat dari Bandara Juwata dengan total 1.265 penumpang dan muatan kargo sekitar 10.000 kilogram.

Sementara itu, penerbangan yang datang berjumlah 17 dengan total 979 penumpang, serta kargo mencapai 20.000 kilogram.

Dari data tersebut, terlihat bahwa jumlah penumpang yang berangkat masih lebih tinggi dibandingkan yang datang.

Kondisi ini diperkirakan akan berbalik saat puncak arus balik berlangsung dalam dua hari ke depan.

“Kalau melihat tren saat ini, penumpang masih didominasi yang berangkat. Tapi kemungkinan akan berubah saat puncak arus balik nanti,” ungkapnya.

Denny menambahkan, adanya tambahan penerbangan (extra flight) dari maskapai Super Air Jet juga menjadi indikator meningkatnya permintaan perjalanan udara selama periode Lebaran tahun ini.

Untuk rute favorit, penerbangan Tarakan—Balikpapan masih menjadi jalur dengan tingkat keterisian tertinggi. Rute ini juga menjadi fokus layanan tambahan penerbangan oleh maskapai.

“Rute gemuk masih didominasi Tarakan—Balikpapan, baik keberangkatan maupun kedatangan,” ujarnya.

Sejauh ini, tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu operasional penerbangan di Bandara Juwata.

Seluruh layanan masih berjalan normal dengan pengawasan dari posko terpadu. Pihak bandara pun terus berkoordinasi dengan maskapai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Termasuk kemungkinan penambahan penerbangan pada puncak arus balik akhir pekan ini. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#puncak arus balik #Bandara Juwata Tarakan #delay