HARIAN RAKYAT KALTARA – Pergerakan arus mudik melalui jalur laut di Kota Tarakan menunjukkan tren penurunan pada H-5 Lebaran 2026.
Meski demikian, aktivitas di Pelabuhan Malundung Tarakan tetap berjalan normal dan lancar.
Kepala Kantor KSOP Kelas II Tarakan, Stanislaus W. Wetik mengatakan, berdasarkan data kunjungan kapal dan jumlah penumpang pada 16 Maret, tercatat total penumpang tiba sebanyak 1.805 orang dengan tiga kapal yang sandar.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 4.424 orang dengan empat kapal yang diberangkatkan.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi penurunan jumlah penumpang sekitar 4.407 orang atau turun sekitar 5,04 persen,” ujarnya, Rabu (18/3).
Meski terjadi penurunan, Stanislaus menegaskan bahwa kegiatan debarkasi dan embarkasi di pelabuhan tetap berjalan dengan tertib dan lancar tanpa kendala berarti.
Seluruh fasilitas pelayanan penumpang juga berfungsi optimal untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Dari sisi keselamatan pelayaran, KSOP memastikan tidak terdapat peringatan navigasi atau navigational warning pada hari tersebut.
Sementara kondisi cuaca di wilayah perairan Tarakan dilaporkan berawan, sesuai prakiraan cuaca maritim dari BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, dengan kecepatan angin berkisar 12 knot.
“Untuk laporan keselamatan dan kondisi darurat lainnya, nihil. Artinya, tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu aktivitas pelayaran,” jelasnya.
Selain itu, informasi terkait pencarian dan pertolongan (SAR) juga dilaporkan nihil, begitu pula dengan informasi penting lainnya yang bersifat mendesak.
Stanislaus menambahkan, secara umum kondisi pelabuhan di wilayah kerja KSOP Kelas II Tarakan terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Pihaknya terus mengoptimalkan pengawasan serta pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut.
“Kami juga terus mengimbau kepada seluruh penumpang dan nakhoda kapal untuk selalu mengutamakan keselamatan selama pelayaran, terutama dalam menghadapi arus mudik Lebaran,” pungkasnya.(sas/smi)
Editor : Nurismi