HARIAN RAKYAT KALTARA— Minimnya fasilitas pengawasan keamanan di Pelabuhan Feri Juata Laut menjadi sorotan jajaran kepolisian menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.
Hingga kini, pelabuhan yang menjadi salah satu pintu keluar masuk penumpang di Kota Tarakan tersebut diketahui belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV) maupun mesin pemindai barang atau X-Ray.
Hal itu diungkapkan Kapolres Tarakan Erwin Syaputra Manik saat melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Feri Juata Laut, Senin (16/3).
Menurut Erwin, fasilitas pengawasan seperti CCTV dan X-Ray sangat penting untuk mendukung keamanan serta pengawasan arus penumpang dan barang.
Khususnya menjelang periode mudik yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
“Pelabuhan Juata Ferry ini belum memiliki CCTV. Padahal pengelola pelabuhan sebelumnya sudah pernah mengusulkan kepada instansi terkait, agar dilakukan pemasangan,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, keberadaan alat pemindai barang juga sangat dibutuhkan untuk mendeteksi benda-benda yang dilarang dibawa penumpang.
Saat ini, fasilitas X-Ray baru tersedia di Pelabuhan Malundung, itupun hanya satu unit. Bahkan di pelabuhan yang sudah dilengkapi mesin X-Ray pun masih kerap ditemukan barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa penumpang.
“Di Malundung saja yang sudah ada X-Ray masih ditemukan barang-barang yang dilarang. Apalagi di pelabuhan yang belum memiliki alat tersebut,” jelasnya.
Untuk sementara waktu, pihak kepolisian mengoptimalkan pengawasan melalui penempatan personel di sejumlah titik transportasi, baik di pelabuhan maupun di bandara.
Personel tersebut berasal dari berbagai satuan, termasuk Satuan Reserse Narkoba. Langkah tersebut dilakukan guna meminimalisir potensi penyelundupan barang terlarang maupun gangguan keamanan lainnya.
“Kita tempatkan personel sesuai kapabilitasnya. Misalnya dari Satresnarkoba kita tempatkan di pelabuhan dan juga di bandara sebagai bagian dari upaya pencegahan,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mendorong pengelola pelabuhan maupun unit pelaksana teknis (UPT) terkait untuk segera melengkapi sarana pengawasan seperti CCTV. Serta mesin X-Ray di pelabuhan-pelabuhan yang belum memilikinya.
“Paling tidak pemasangan CCTV dulu sebagai langkah awal untuk meningkatkan pengawasan di area pelabuhan,” tambah Erwin.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menemukan sejumlah calon penumpang yang terpaksa bermalam di sekitar area pelabuhan.
Karena jadwal keberangkatan kapal masih beberapa hari ke depan. Sebagian di antaranya merupakan warga yang bekerja di Kabupaten Tana Tidung dan hendak melanjutkan perjalanan ke daerah lain melalui jalur laut.
Keterbatasan informasi terkait jadwal keberangkatan kapal membuat sejumlah penumpang datang lebih awal ke pelabuhan dan kesulitan mencari tempat menginap.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres berinisiatif berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan. Agar ruangan kosong di kantor pelabuhan dapat dimanfaatkan sebagai tempat transit sementara bagi para penumpang.
“Kita tadi minta izin kepada kepala pelabuhan agar ruangan kosong bisa dimanfaatkan untuk tempat transit sementara bagi warga yang menunggu keberangkatan,” ujarnya.
Ia juga berencana menyiapkan tikar atau alas tidur sederhana untuk membantu para penumpang, termasuk keluarga yang membawa anak-anak.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang sedang melakukan perjalanan. Sekaligus memastikan situasi di area pelabuhan tetap aman dan tertib selama masa arus mudik. (sas/uno)
Editor : Nurismi