Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Siaga Darurat Laut! Basarnas Tarakan Fokus Awasi Jalur Speedboat Jelang Puncak Mudik Lebaran

Beraupost • Rabu, 18 Maret 2026 | 07:25 WIB

PENGAWASAN: Personel kantor SAR Tarakan saat bersiaga di pelabuhan dan bandara di Tarakan, Senin (16/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PENGAWASAN: Personel kantor SAR Tarakan saat bersiaga di pelabuhan dan bandara di Tarakan, Senin (16/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Upaya pengamanan arus mudik Lebaran di wilayah Kalimantan Utara terus diperkuat.

Tim penyelamatan kini disiagakan di berbagai titik strategis, guna mengantisipasi potensi keadaan darurat selama periode mudik dan libur panjang.

Melalui operasi Siaga SAR khusus Lebaran, personel penyelamat mulai disiagakan sejak 13-30 Maret 2026 di sejumlah lokasi transportasi.

Serta objek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Tarakan Dede Harian mengatakan, telah menyiapkan sejumlah posko siaga di titik-titik transportasi utama.

Posko tersebut ditempatkan di beberapa pelabuhan penting di Kota Tarakan, yakni Pelabuhan Tengkayu I, Pelabuhan Malundung, serta Pelabuhan Feri Juata Laut.

Selain itu, personel juga disiagakan di bandara serta sejumlah objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.

“Kami menempatkan personel di beberapa titik posko seperti pelabuhan, bandara, dan objek wisata,” ujar Dede, Senin (16/3).

Untuk mendukung kesiapsiagaan di wilayah perairan, satu kapal negara berukuran 40 meter yakni KN SAR Seta ditempatkan di Pelabuhan Feri Juata Laut.

Kapal tersebut disiagakan untuk mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat di laut.

Sementara di Pelabuhan Malundung dan Tengkayu I, masing-masing ditempatkan tiga personel yang bertugas melakukan pemantauan serta kesiapsiagaan selama arus mudik berlangsung.

Selain itu, tim juga menyiapkan personel yang standby di sekitar Pelabuhan Tengkayu untuk mempercepat penanganan jika terjadi situasi darurat.

“Jika terjadi kondisi darurat, kami bisa langsung merespons dengan cepat karena personel sudah disiagakan di lokasi-lokasi tersebut,” katanya.

Pengamanan juga dilakukan di bandara dengan menempatkan personel yang bersiaga selama 24 jam.

Penempatan tersebut menyesuaikan dengan jadwal kedatangan maupun keberangkatan penumpang pesawat.

Tidak hanya di Tarakan, kesiapsiagaan personel juga dilakukan di Kabupaten Bulungan dengan kekuatan sekitar 10 personel.

Sementara di Kabupaten Nunukan telah dibentuk pos SAR yang siap memberikan dukungan apabila terjadi kondisi darurat selama masa mudik.

“Wilayah kerja kami mencakup seluruh Kalimantan Utara. Jadi bukan hanya Tarakan, tetapi juga Bulungan, Nunukan, Malinau hingga wilayah lainnya,” sebutnya.

Secara keseluruhan, setiap posko siaga ditempatkan sekitar empat personel yang bertugas secara bergantian.

Selain itu, berbagai peralatan penyelamatan juga telah disiapkan, baik untuk operasi di darat maupun di laut.

Namun mengingat karakteristik wilayah Tarakan yang didominasi perairan. Fokus utama kesiapsiagaan lebih diarahkan pada potensi kecelakaan di laut.

“Peralatan ekstraksi juga kami siapkan untuk kecelakaan darat, tetapi memang fokus utama kami di perairan karena mobilitas masyarakat di sini lebih banyak melalui jalur laut,” ujarnya.

Selain kesiapan personel dan peralatan, tim penyelamat juga akan melakukan patroli di sejumlah wilayah perairan untuk memantau kondisi selama masa mudik.

Patroli tersebut mencakup rute antara Tarakan dan wilayah sekitarnya seperti Bulungan.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan faktor keselamatan saat melakukan perjalanan, terutama melalui jalur laut.

Hal ini menyusul adanya peringatan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait potensi gelombang laut yang mencapai dua meter dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau ada peringatan gelombang tinggi, masyarakat harus benar-benar memperhatikan faktor keselamatan,” pesan Dede.

Ia juga mengimbau penumpang kapal, khususnya speedboat, untuk memperhatikan penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung.

Meski terkadang terasa kurang nyaman digunakan, alat tersebut tetap harus tersedia dan mudah dijangkau.

Selain fokus pada arus mudik, pengamanan juga akan dilakukan di lokasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi saat Lebaran. Salah satunya di Pantai Amal.

Nantinya akan disiagakan sekitar 10 personel yang didukung satu unit truk operasional. Serta dua perahu karet untuk mengantisipasi kemungkinan kecelakaan di perairan.

Langkah tersebut dilakukan mengingat lonjakan kunjungan masyarakat ke objek wisata biasanya terjadi pada puncak libur Idulfitri.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan keamanan dan keselamatan masyarakat selama mudik dan libur Lebaran dapat terjaga dengan baik. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#jalur mudik #perairan #speedboat #Kaltara #basarnas