Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Produksi Ayam Lokal Tarakan Belum Cukup? Begini Strategi Satgas Pangan Jaga Harga Tetap Stabil

Beraupost • Minggu, 15 Maret 2026 | 07:25 WIB

PENGAWASAN: Tim Satgas Pangan melakukan di sejumlah peternakan ayam broiler di Kota Tarakan, Rabu (11/3). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
PENGAWASAN: Tim Satgas Pangan melakukan di sejumlah peternakan ayam broiler di Kota Tarakan, Rabu (11/3). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Permintaan ayam broiler di Kota Tarakan terus meningkat, namun produksi lokal dinilai masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Meski demikian, harga ayam di tingkat peternak masih terpantau stabil di kisaran Rp 28.000 per kilogram.

Kondisi tersebut terungkap dalam kegiatan pengawasan yang dilakukan Satgas Pangan Kalimantan Utara (Kaltara) di sejumlah peternakan ayam broiler di Kota Tarakan, Rabu (11/3).

Pengawasan dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan serta stabilitas harga tetap terjaga di tingkat produsen.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syahputra Manik melalui Kasat Reskrim AKP Reginald Yuniawan Sujono mengatakan, pemantauan langsung di lapangan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi riil produksi ayam di tingkat peternak.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memantau perkembangan harga di tingkat produsen. Sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi peternak dalam menjaga produksi,” ujarnya, Kamis (12/3).

Menurutnya, dari hasil pemantauan yang dilakukan Satgas Pangan, harga ayam hidup di tingkat peternak masih sesuai dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar Rp 28.000 per kilogram.

“Kami juga memastikan tidak ada praktik penimbunan ataupun pembatasan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga di pasar,” katanya.

Pengawasan tersebut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Satreskrim Polres Tarakan.

Termasuk perwakilan Direktorat Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Pada salah satu lokasi yang dipantau, sejak tahun 2017 sudah menjalankan pola kemitraan dengan sekitar 56 peternak ayam broiler di Tarakan.

Dalam pola kemitraan tersebut, perusahaan menyediakan Day Old Chick (DOC), pakan, serta obat-obatan bagi para peternak.

Sementara peternak bertugas memelihara ayam hingga masa panen sebelum dijual kembali kepada perusahaan.

Ayam broiler di peternakan ini umumnya dipanen pada usia sekitar 35 hari dengan bobot antara 1,3 hingga 2 kilogram.

“Pemanenan dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasar di Tarakan dan sekitarnya,” imbuh Reginald.

Namun demikian, produksi ayam dari perusahaan tersebut disebut masih belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan pasar di Kota Tarakan.

Distribusi ayam juga dilakukan langsung ke pasar tanpa melalui agen atau perantara. Guna menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

“Penurunan produksi biasanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung, yang dapat meningkatkan tingkat kematian ayam di kandang,” terangnya.

Selain itu, Satgas Pangan juga melakukan pemantauan di peternakan ayam broiler lain. Sejak 2002 perusahaan itu memiliki pola kemitraan dengan sekitar 70 peternak ayam broiler di Tarakan serta memiliki 10 kandang milik sendiri.

Produksi ayam dari perusahaan tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah di Tarakan. Seperti Pasar Gusher, Juwata, Kampung Satu, serta ke sejumlah hotel, rumah sakit, dan restoran.

Ayam broiler di peternakan ini dipanen pada usia sekitar 37 hingga 41 hari dengan bobot berkisar 1,9 hingga 2 kilogram.

Pemanenan juga dilakukan setiap hari dengan kondisi stok yang masih dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Secara umum ketersediaan stok masih mencukupi dan distribusinya berjalan sesuai dengan permintaan pasar,” kata Reginald.

Ia menambahkan, Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan terhadap harga dan distribusi bahan pangan strategis. Guna menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan bagi masyarakat tetap tersedia.

“Kami akan terus siaga memantau kestabilan harga pangan strategis di wilayah Kalimantan Utara, agar tetap terkendali,” tutupnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#polres tarakan #satgas pangan #pangan #stabil #kebutuhan