HARIAN RAKYAT KALTARA — Hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan selama lebih dari tiga jam pada Kamis (12/3) malam memicu sejumlah bencana di berbagai titik.
Salah satu yang paling parah terjadi di Jalan Kusuma Bangsa, RT 52, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat.
Sebuah pohon besar tumbang dan menghancurkan rumah warga saat penghuni sedang tertidur.
Rumah milik Martinus Wisang Liwu yang disewa Slamet Utomo bersama istrinya, Risnawati, dan empat anak mereka rusak parah hingga tidak dapat ditempati sementara waktu.
Risnawati, istri Slamet Utomo, menceritakan detik-detik menegangkan saat pohon besar tiba-tiba tumbang menimpa rumah mereka sekitar pukul 04.00 WITA.
“Waktu itu kami sedang tidur dengan anak-anak. Tiba-tiba terdengar suara keras seperti guntur, ternyata pohon roboh menimpa rumah,” ucapnya, Jumat (13/3).
Ia bersama suami dan keempat anaknya langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Menurutnya, salah satu kamar rumah mengalami kerusakan parah karena tertimpa batang pohon besar.
Meski seluruh keluarga sempat kehujanan, mereka bersyukur tidak ada yang terluka.
“Anak-anak basah karena air hujan, tapi Alhamdulillah kami semua selamat,” ujarnya.
Risnawati menyebut pohon yang tumbang merupakan pohon elai berukuran besar yang berada di dekat rumahnya.
“Pohonnya besar sekali. Karena hujan deras dan gelap, kami tidak sempat melihat kondisinya sebelumnya,” tuturnya.
Kepala BPBD Tarakan Yonsep mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sedikitnya empat kejadian longsor dan empat pohon tumbang di sejumlah lokasi di Kota Tarakan.
“Durasi hujan tadi malam sekitar tiga jam lebih. Laporan yang masuk ke BPBD ada empat longsor dan empat pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan material cukup berat,” terangnya.
Menurut Yonsep, kerusakan paling parah terjadi di rumah yang ditempati keluarga Slamet Utomo. Pohon besar yang tumbang merusak atap seng, mematahkan tiang rumah, serta merusak struktur gelagar atap.
Rumah tersebut untuk sementara tidak dapat ditempati karena masuk kategori rusak parah.
Selain itu, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Kampung Satu Skip yang menimpa dua unit sepeda motor milik warga.
BPBD Tarakan langsung melakukan penanganan sejak dini hari dengan melakukan asesmen lokasi, evakuasi barang, serta pemotongan pohon yang menimpa rumah warga.
“Langkah pertama kami mengarahkan warga agar tidak tinggal sementara di rumah yang terdampak. Kemudian dilakukan pemotongan pohon, sebagian dibantu warga, sisanya dikerjakan oleh BPBD,” katanya.
Kayu dari pohon yang telah dipotong selanjutnya akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). BPBD juga telah menyalurkan bantuan darurat kepada korban terdampak.
Martinus Wisang Liwu menerima bantuan terpal, sedangkan keluarga Slamet Utomo mendapatkan dua box peralatan serta dua matras untuk kebutuhan sementara.
Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Untuk membantu penyediaan logistik serta tempat tinggal sementara bagi korban.
“Korban sementara dapat mengungsi di rumah tetangga. Logistik untuk beberapa hari ke depan juga sudah disiapkan,” tambah Yonsep.
Hujan deras juga sempat menyebabkan genangan air di beberapa wilayah seperti Karang Anyar dan kawasan Markoni.
Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena tidak bersamaan dengan pasang air laut.
“Material pasir yang terbawa hanya akibat derasnya hujan, bukan banjir pasang,” imbuhnya.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Hujan deras bisa disertai angin kencang dan petir. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera berpindah ke tempat aman jika situasi berisiko,” pesannya. (sas/uno)
Editor : Nurismi