Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Miris Lihat Loker Tanah Kuning—Mangkupadi Dipenuhi Pekerja Luar, Rahmawati: Kaltara Harus Jadi Tuan Rumah!

Beraupost • Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:20 WIB

Anggota DPR RI, Rahmawati. (FAISAL/HRK)
Anggota DPR RI, Rahmawati. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara) Rahmawati menerima keluhan masyarakat, terkait proses penerimaan tenaga kerja di kawasan industri Tanah Kuning—Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Kawasan industri tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Rahmawati mengaku prihatin setelah melihat berbagai keluhan yang beredar di media sosial.

Mengenai sulitnya tenaga kerja lokal mendaftar pada lowongan pekerjaan di kawasan industri tersebut.

Bahkan, muncul informasi bahwa sejumlah perusahaan lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar daerah.

“Saya merasa miris ketika melihat di media sosial terkait penerimaan tenaga kerja di kawasan industri Tanah Kuning—Mangkupadi. Banyak keluhan tenaga kerja lokal tidak bisa mendaftar, bahkan ada informasi perusahaan justru mengambil tenaga kerja dari luar Kaltara,” ujarnya, Jumat (13/3).

Ia menegaskan pemerintah daerah sebelumnya telah mengingatkan, agar masyarakat lokal tidak sampai menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Terutama dalam proyek pembangunan berskala besar yang berada di wilayah Kaltara.

Dari penjelasan pihak perusahaan, salah satu alasan yang disampaikan adalah kebutuhan tenaga kerja yang lebih banyak pada bidang teknis.

Sementara kualifikasi tenaga kerja lokal dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut.

“Mereka menyampaikan kuota yang tersedia kebanyakan membutuhkan tenaga teknisi. Sementara lulusan yang ada sebagian besar masih dari tingkat SMA. Itu versi mereka,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai alasan tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi tenaga kerja lokal untuk memperoleh kesempatan bekerja di daerahnya sendiri.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara perusahaan dengan pemerintah daerah. Agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipersiapkan lebih awal.

Perusahaan seharusnya memberikan informasi jauh hari sebelum membuka rekrutmen tenaga kerja.

Dengan demikian, pemerintah dapat menyiapkan pelatihan bagi calon pekerja lokal sesuai dengan kebutuhan industri.

“Misalnya perusahaan membutuhkan 50 tenaga teknisi, sementara kita baru punya 10 atau 20 orang. Kalau informasinya disampaikan lebih awal, kita bisa menyiapkan pelatihan bagi anak-anak kita agar memenuhi kualifikasi tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan mendorong kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.

Agar informasi kebutuhan tenaga kerja dapat disampaikan lebih awal, minimal tiga hingga empat bulan sebelum proses perekrutan.

Langkah tersebut dinilai penting agar tenaga kerja lokal memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan. Termasuk melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang saat ini tengah dipersiapkan.

“Harapannya tentu ada pengumuman lebih dulu terkait kebutuhan tenaga kerja. Apalagi sekarang kita juga sedang membangun BLK. Sehingga tenaga kerja lokal bisa dipersiapkan sesuai kebutuhan industri,” terangnya.

Ia berharap keberadaan kawasan industri di Tanah Kuning—Mangkupadi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltara.

Khususnya dalam membuka peluang kerja yang lebih luas bagi warga lokal. Sehingga mereka dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#Tanah Kuning #tenaga kerja lokal #mangkupadi