Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tragedi Giram Raya Peso: Perahu Ketinting Terbalik Dihantam Arus, Korban Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Beraupost • Jumat, 13 Maret 2026 | 09:00 WIB

TAK BERNYAWA: Korban yang dilaporkan hilang di Sungai Kayan akhirnya ditemukan meninggal dunia, Kamis (12/2). (POLSEK LONG PESO)
TAK BERNYAWA: Korban yang dilaporkan hilang di Sungai Kayan akhirnya ditemukan meninggal dunia, Kamis (12/2). (POLSEK LONG PESO)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Korban tenggelam di Sungai Kayan akhirnya ditemukan pada Kamis (12/3) sekitar pukul 14.30 Wita di wilayah Desa Long Bia, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama warga setempat.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto diwakili PS Kasubsi PDIM Sihumas Aipda Hadi Purnomo membenarkan adanya penemuan korban tenggelam tersebut.

Ia menjelaskan, penemuan bermula dari laporan masyarakat yang melihat sesosok mayat mengambang di pinggir Sungai Kayan.

“Sekitar pukul 14.30 Wita, personel Polsek Long Peso menerima laporan dari masyarakat Desa Long Bia terkait penemuan mayat korban tenggelam di Sungai Kayan. Tepatnya di sekitar log pon penyeberangan dermaga Lirung Butung,” ujarnya, Kamis (12/3).

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Long Peso bersama warga segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menuju Dermaga Long Bia.

“Sesampainya di darat, jenazah korban langsung dimandikan sebelum dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga,” terangnya.

Korban diketahui bernama Yosua Yulius (40), seorang laki-laki. Penemuan korban pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Roni (39).

Warga yang saat itu hendak menyeberangkan sebuah mobil menggunakan log pon penyeberangan di Desa Long Bia.

Saat tiba di kawasan Lirung Butung, saksi melihat sesosok mayat yang mengambang di pinggir sungai. Ia kemudian berteriak meminta bantuan kepada tim pencari serta warga di sekitar lokasi.

“Mendengar teriakan tim pencari bersama beberapa warga segera mendatangi lokasi dan membantu proses evakuasi korban dari sungai,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Saat ditemukan, korban mengenakan baju hitam dan celana pendek yang sama seperti saat terakhir dilaporkan hilang.

“Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum luar maupun visum jenazah. Selain itu, keluarga juga menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun atas kejadian tersebut,” tukasnya.

Diketahui, sebelum korban ditemukan telah dilaporkan hilang pada Selasa (10/3) lalu. Korban menggunakan perahu ketinting terbalik di hantaman arus Sungai Kayan, di wilayah Desa Long Peso.

Pencarian terhadap pria berusia 40 tahun itu dilakukan intensif oleh tim gabungan dan masyarakat setempat.

Berdasarkan keterangan saksi berinisial P yang berada di lokasi kejadian. Peristiwa bermula saat ia dan korban berangkat mencari ikan menggunakan perahu ketinting sekitar pukul 12.30 Wita.

​Nahas, saat melintasi kawasan Giram Raya, area yang dikenal memiliki arus cukup menantang. Perahu mereka tidak mampu bertahan menghadapi gelombang sungai yang mendadak deras. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#ditemukan meninggal #tenggelam #sungai kayan