Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Harga Ayam di Tanjung Selor Tembus Rp55 Ribu, Disperindagkop Kaltara Ungkap Pemicu Kenaikannya!

Beraupost • Kamis, 12 Maret 2026 | 08:10 WIB

JELANG IDULFITRI: Disperindagkop dan UKM Kaltara memastiakn kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran masih relatif terkendali. (FAISAL/HRK)
JELANG IDULFITRI: Disperindagkop dan UKM Kaltara memastiakn kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran masih relatif terkendali. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) memastikan kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran masih relatif terkendali.

Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, lonjakan harga dinilai masih dalam batas wajar seperti yang biasa terjadi menjelang hari raya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltara Hasriyani mengatakan, terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar.

“Dari hasil pemantauan kami, untuk komoditas lain masih terkendali. Harga belum ada yang terlalu signifikan kenaikannya atau lonjakannya. Tidak jauh berbeda dengan momen HBKN sebelumnya,” ujarnya, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan, menjelang Idulfitri biasanya terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Karena meningkatnya permintaan masyarakat.

Salah satu komoditas yang mulai mengalami kenaikan adalah daging ayam. Saat ini, harga ayam di sejumlah wilayah di Kaltara bervariasi.

Di wilayah Tanjung Selor misalnya, harga ayam tercatat sekitar Rp 55 ribu per kilogram. Sementara di Kota Tarakan, harga ayam masih berada di kisaran Rp 45-Rp 48 ribu per kilogram.

“Padahal dalam kondisi normal, harga ayam di Tarakan biasanya berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Sementara di Tanjung Selor, harga normalnya Rp 40 ribu per kilogram, bahkan sebelumnya sempat berada di angka Rp 41 ribu hingga Rp 42 ribu,” sebutnya.

Kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi oleh rantai distribusi pasokan. Sebagian pedagang di Tanjung Selor diketahui mengambil pasokan ayam dari daerah Berau, Kalimantan Timur.

“Pedagang biasanya menyampaikan harga dari daerah asal, seperti Berau mengalami kenaikan. Otomatis mereka menyesuaikan harga jual di pasar,” kata dia.

Meski demikian, pemerintah daerah berharap para pelaku usaha tetap menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan momen menjelang hari raya untuk mengambil keuntungan yang berlebihan.

Momentum Idulfitri seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Termasuk mereka yang berada dalam kategori ekonomi menengah ke bawah.

“Kami berharap pelaku usaha tetap bisa mengambil keuntungan yang wajar, tetapi tidak memberatkan konsumen. Harapannya semua masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa dari sisi ketersediaan stok bahan pokok di Kaltara hingga saat ini masih mencukupi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

Pemerintah pun akan terus melakukan pemantauan agar stabilitas harga tetap terjaga. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#harga #Disperindagkop dan UKM Kaltara #bahan pokok #jelang idulfitri