HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menggelar Bulungan Berzakat di kompleks Kantor Bupati Bulungan pada bulan suci Ramadan, Selasa (10/3) lalu.
Dengan kegiatan ini upaya pemerintah daerah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mengajak masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN) dalam menunaikan kewajiban zakat.
Dikatakan Bupati Bulungan Syarwani, zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim, terlebih di bulan Ramadan yang menjadi momentum meningkatkan ibadah.
Tentu ada kewajiban untuk menunaikan zakat, khususnya zakat fitrah. Tidak terkecuali bagi ASN di lingkungan Pemkab Bulungan.
“Bagi masyarakat yang belum sempat hadir, penyaluran zakat tetap dapat dilakukan melalui Baznas Bulungan maupun unit pengumpulan zakat yang telah dibentuk,” tutur mantan Ketua DPRD Bulungan ini.
Bupati menjelaskan, masyarakat dapat datang langsung ke kantor Baznas di kawasan Masjid Agung Tanjung Selor.
Sementara bagi ASN yang bertugas di kecamatan, penyaluran zakat dapat dilakukan melalui unit pengumpulan zakat di masing-masing wilayah.
“Bagi yang belum sempat menunaikan zakat, bisa mendatangi langsung ke Baznas Bulungan,” pesannya.
Target pengumpulan zakat ditetapkan Baznas. Kabupaten Bulungan target pengumpulan zakat pada tahun ini sekitar Rp 4,5 miliar.
Akan tetapi, realisasi pengumpulan zakat masih berada di kisaran Rp 1,5 miliar setiap tahunnya.
Pemerintah daerah bersama Baznas berupaya mencari langkah, agar potensi zakat di Bulungan dapat dimaksimalkan.
Menurut bupati, dana zakat yang dikelola Baznas memiliki dampak sosial yang cukup besar. Terutama untuk membantu masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.
Potensi zakat dan infak di Bulungan yang dinilai cukup besar. Saat ini jumlah penduduk Bulungan diperkirakan sekitar 160 ribu jiwa. Dengan sekitar 100 ribu di antaranya beragama Islam.
“Jika setiap Muslim di Bulungan bisa berinfak Rp 10 ribu setiap bulan. Maka potensi dana yang bisa terkumpul sangat besar. Bahkan kalau hanya Rp 5 ribu per bulan, dalam setahun bisa mencapai sekitar Rp 6 miliar,” jelasnya.
Ke depan pemerintah daerah bersama Baznas akan membahas langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berzakat dan berinfak. Salah satunya dengan melibatkan perangkat daerah, camat hingga tokoh masyarakat.
ASN di lingkungan Pemkab Bulungan juga dinilai menjadi potensi besar dalam pengumpulan zakat dan infak.
Saat ini jumlah ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Bulungan diperkirakan mencapai lebih dari 4- 5 ribu orang.
Program yang didukung dari dana zakat tersebut di antaranya bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan, serta bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Meskipun sebagian masyarakat telah terdaftar sebagai peserta BPJS, masih ada kebutuhan lain yang tidak sepenuhnya tercover.
“Dalam kondisi tersebut, bantuan dari dana zakat dapat menjadi bentuk solidaritas sosial bagi warga yang membutuhkan,” tuturnya. (uno2)
Editor : Nurismi