Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Lebaran 2026 Tenang! Pemprov Kaltara Pasang Badan Jaga Harga Sembako Tetap Aman

Beraupost • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:00 WIB

PENGENDALIAN INFLASI: Pemprov Kaltara memperkuat pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (HRK)
PENGENDALIAN INFLASI: Pemprov Kaltara memperkuat pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Menjelang momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat pengendalian inflasi, guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan, pengendalian inflasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah.

Menurutnya, inflasi yang stabil dan terkendali merupakan indikator penting dalam menjaga kesehatan ekonomi daerah. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inflasi yang stabil sangat penting untuk menjaga kondisi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan perkembangan inflasi memiliki pengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat serta pencapaian pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kaltara bersama pemerintah kabupaten dan kota diminta terus memantau dan mengendalikan pergerakan inflasi di daerah masing-masing.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,47 persen secara bulanan (month to month).

Sementara secara tahun kalender (year to date) mencapai 0,57 persen, dan secara tahunan (year on year) berada di angka 4,75 persen.

“Angka tersebut merupakan agregat dari kondisi inflasi yang terjadi di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kaltara,” kata dia.

Zainal meminta seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk terus mencermati perkembangan inflasi melalui indikator Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Langkah tersebut dinilai penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan tepat sasaran.

“Seluruh TPID harus terus memantau perkembangan inflasi agar langkah pengendalian yang dilakukan dapat berjalan efektif,” pintanya.

Di sisi lain, Zainal juga mengapresiasi capaian inflasi Kaltara sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,57 persen.

Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 2,5 persen ± 1 persen.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta TPID di seluruh wilayah Kaltara.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi kita semua, khususnya TPID di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan, Gubernur juga meminta para bupati dan wali kota di Kaltara menyampaikan laporan perkembangan pengendalian inflasi di wilayah masing-masing.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi logistic. Serta stabilitas harga di pasaran menjelang arus mudik Idulfitri.

“Saya berharap koordinasi semakin kuat agar pengendalian inflasi berjalan optimal. Sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#pasar #jelang idulfitri #pemprov kaltara #pengawasan harga