Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Ekonomi Global Bergejolak, Begini Nasib Proyek Besar dan Investasi di Kalimantan Utara

Beraupost • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:10 WIB

ILUSTRASI: Hingga akhir tahun 2025 realisasi yang tercapai masih berada di bawah target investasi yang ditetapkan BKPM. (HRK)
ILUSTRASI: Hingga akhir tahun 2025 realisasi yang tercapai masih berada di bawah target investasi yang ditetapkan BKPM. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp 27,4 triliun.

Capaian tersebut setara dengan sekitar 72 persen dari target investasi yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Rahman Putrayani mengatakan, target investasi yang ditetapkan BKPM untuk Kaltara pada 2025 berada di kisaran Rp 37 triliun.

Namun hingga akhir tahun, realisasi yang tercapai masih berada di bawah target tersebut.

“Target dari pusat sekitar Rp 37 triliun, sementara realisasi kita sekitar Rp 27,4 triliun. Jadi memang sekitart 72 persen dari target BKPM,” terangnya, Senin (9/3).

Meski demikian, jika dibandingkan dengan target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara, capaian investasi tersebut dinilai masih cukup baik.

Berdasarkan RPJMD, target investasi daerah berada di kisaran Rp 35 triliun atau 80 persen lebih.

Rahman mengakui, tidak tercapainya target investasi dari pemerintah pusat salah satunya dipengaruhi oleh kondisi global yang saat ini masih bergejolak.

Dinamika geopolitik internasional serta ketegangan ekonomi antarnegara, turut berdampak terhadap keputusan investasi sejumlah pelaku usaha.

Menurutnya, situasi tersebut membuat sebagian investor memilih untuk menunda realisasi investasi yang telah direncanakan sebelumnya.

“Terjadi semacam anomali. Kondisi geopolitik global saat ini, termasuk dinamika perang dagang antara negara-negara besar, membuat banyak investor mengambil sikap wait and see,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut bukan hanya dirasakan di Kaltara, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

Perubahan kebijakan global dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi arus investasi yang masuk ke daerah.

Meski demikian, DPMPTSP Kaltara tetap optimistis tren investasi ke depan akan kembali meningkat.

Pemerintah daerah terus berupaya memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan serta peningkatan pelayanan kepada investor. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#investasi #perang dagang #Kaltara