HARIAN RAKYAT KALTARA — Perluasan sasaran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, balita hingga lansia membuat kebutuhan pangan di daerah meningkat.
Meski demikian, Pemerintah Kota Tarakan memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman hingga Idulfitri mendatang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan Eddy Suriansyah menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi.
Agar pasokan bahan pangan tetap mencukupi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Menurutnya, stok pangan utama seperti ayam, telur, dan cabai di Tarakan saat ini masih dalam kondisi cukup dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekaligus mendukung pelaksanaan Program MBG.
“Ketersediaan pangan di Tarakan mencukupi untuk masyarakat. Kami juga menyiapkan distribusi MBG, yang sekarang diperluas cakupannya agar ibu hamil, balita, lansia, dan ibu menyusui bisa mendapatkan manfaatnya,” ujar Eddy, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, meskipun stok pangan relatif aman, terdapat perbedaan distribusi antara pasokan yang berasal dari pelaku usaha ayam potong skala besar dengan pedagang lokal di pasar. Kondisi ini turut memengaruhi harga di tingkat penjualan.
Meski begitu, ia memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan. Beberapa komoditas memang sempat berada sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), namun masih dalam batas wajar.
“Tak terjadi fluktuasi harga yang signifikan, meskipun sebagian komoditas saat ini sedikit di atas HET. Kami menargetkan dalam waktu dekat harga bisa kembali stabil dan berada di bawah atau sesuai HET,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, Pemerintah Kota Tarakan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil komoditas.
Daging sapi dipasok dari Gorontalo, sementara bawang merah dan cabai didatangkan dari wilayah sentra produksi di Enrekang dan Sidrap.
“Pasokan ayam dan telur dipenuhi dari daerah Bone serta Kupang. Seluruh kerja sama pasokan ini difasilitasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Kaltara sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan daerah,” sebutnya.
Eddy menambahkan, perluasan cakupan MBG tentu berdampak pada meningkatnya kebutuhan bahan pangan.
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
Selain menjalin kerja sama antar daerah, pemerintah juga menggandeng kelompok tani lokal serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Agar rantai pasok pangan tetap terjaga.
“Kami bekerjasama dengan SPPG dan kelompok tani untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan distribusinya berjalan lancar hingga akhir Ramadan,” katanya.
Pemerintah Kota Tarakan optimistis upaya tersebut mampu menjaga stabilitas pasokan pangan. Sekaligus memastikan harga komoditas pokok tetap terkendali di pasaran.
Dengan demikian, kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri diharapkan dapat terpenuhi dengan baik.
Sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan program MBG bagi anak-anak, ibu hamil, balita, ibu menyusui, hingga lansia.
“Persiapan ini penting agar program MBG berjalan lancar dan kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan tetap tercukupi,” pungkas Eddy. (sas/uno)
Editor : Nurismi