Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Petani Kaltara Makin Produktif! Luas Panen Bertambah 1.927 Hektare, Swasembada Pangan Bukan Mimpi

Beraupost • Selasa, 10 Maret 2026 | 08:20 WIB

PERTANIAN: BPS mencatat luas panen padi di Kaltara mencapai 10.210 hektare atau meningkat sekitar 23,27 persen dibandingkan tahun 2024 yang seluas 8.282 hektare. (HRK)
PERTANIAN: BPS mencatat luas panen padi di Kaltara mencapai 10.210 hektare atau meningkat sekitar 23,27 persen dibandingkan tahun 2024 yang seluas 8.282 hektare. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Ketersediaan beras di Provinsi Kalimantan Utara menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 22.550 ton, meningkat 26,46 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 17.832 ton.

Kenaikan produksi beras tersebut merupakan hasil dari peningkatan produksi padi yang cukup signifikan sepanjang tahun.

Pada 2025, total produksi padi di Kaltara tercatat mencapai 38.038 ton gabah kering giling (GKG), naik dari 30.080 ton GKG pada tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, peningkatan produksi ini erat kaitannya dengan bertambahnya luas panen padi selama 2025.

BPS mencatat luas panen padi di Kaltara mencapai 10.210 hektare atau meningkat sekitar 23,27 persen dibandingkan tahun 2024 yang seluas 8.282 hektare.

“Dengan kata lain, terdapat tambahan sekitar 1.927 hektare lahan panen baru yang ikut mendorong kenaikan produksi padi di daerah tersebut,” bebernya, Minggu (8/3) lalu.

Dari sisi wilayah, produksi padi terbesar pada 2025 berasal dari Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Malinau. Sementara itu, produksi terendah tercatat di Kabupaten Tana Tidung dan Tarakan.

Secara musiman, produksi padi tertinggi terjadi pada Februari dengan total sekitar 7.095 ton GKG.

Sebaliknya, produksi paling rendah tercatat pada Agustus yang hanya sekitar 664 ton GKG.

Melihat tren tersebut, BPS memperkirakan potensi produksi padi di awal 2026 masih akan meningkat.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, produksi padi diproyeksikan mencapai sekitar 18.911 ton GKG, atau naik sekitar 13,84 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Perhitungan produksi padi tersebut diperoleh melalui metode Survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan Survei Ubinan yang digunakan BPS untuk mengukur luas panen dan produktivitas padi secara objektif di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#BPS Kaltara #swasembada pangan #petani #Kaltara