Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Prajurit Kodaeral XIII Tarakan Diasah Jadi 'Benteng' Perbatasan, Siap Tindak Cepat Gangguan Keamanan

Beraupost • Sabtu, 7 Maret 2026 | 08:25 WIB

LATIHAN: Kemampuan prajurit Kodaeral XIII Tarakan diasah untuk menghadapi berbagai potensi ancaman dan Penanggulangan Huru-Hara. (KODAERAL XIII UNTUK HRK)
LATIHAN: Kemampuan prajurit Kodaeral XIII Tarakan diasah untuk menghadapi berbagai potensi ancaman dan Penanggulangan Huru-Hara. (KODAERAL XIII UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kesiapsiagaan prajurit menjadi perhatian utama Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII di Tarakan.

Melalui serangkaian latihan militer yang digelar dalam beberapa hari terakhir, kemampuan prajuit diasah untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari gangguan keamanan hingga serangan udara.

Latihan yang digelar di markas Kodaeral XIII itu meliputi Penanggulangan Huru-Hara (PHH) serta latihan tempur menghadapi bahaya udara.

Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan satuan guna memastikan prajurit selalu siap menjalankan tugas operasional di wilayah kerja yang memiliki posisi strategis di perbatasan.

Komandan Kodaeral XIII Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji menegaskan, latihan tersebut tidak sekadar agenda rutin, melainkan upaya menjaga kesiapan tempur satuan dalam menghadapi dinamika situasi keamanan.

“Latihan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kesiapan operasional satuan. Prajurit harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi di wilayah tugas,” ujarnya, Jumat (6/3).

Latihan Penanggulangan Huru-Hara dilaksanakan pada Kamis (5/3) di lapangan markas Kodaeral XIII Tarakan.

Dalam latihan tersebut, prajurit mempraktikkan berbagai skenario pengendalian massa yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Sejumlah materi dilatihkan secara langsung di lapangan, mulai dari formasi pengendalian massa, penggunaan perlengkapan Dalmas. Hingga simulasi penanganan situasi yang berpotensi memicu eskalasi kerusuhan.

Menurut Sumarji, latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan taktis sekaligus memperkuat koordinasi dan kekompakan prajurit di lapangan.

“Melalui latihan ini kemampuan taktis prajurit terus diasah. Sehingga mereka mampu bertindak secara cepat, tepat, dan terukur sesuai prosedur,” jelasnya.

Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan secara bertahap dan terukur dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel maupun material yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

Selain latihan PHH, sehari sebelumnya Kodaeral XIII juga melaksanakan latihan tempur menghadapi bahaya udara yang memasuki hari kedua pada Rabu (4/3).

Pentingnya kedisiplinan serta kesiapan setiap personel dalam menjalankan prosedur peran tempur, khususnya ketika menghadapi potensi ancaman udara.

“Kesiapsiagaan adalah kunci. Setiap prajurit harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

Di sela kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan kesiapan personel dan material yang akan digunakan dalam latihan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pendukung berada dalam kondisi siap operasi.

Selain itu, latihan dilanjutkan dengan pelaksanaan peran tempur bahaya udara sesuai mekanisme status Siaga 1.

Baik di pangkalan maupun pada unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Rangkaian latihan dengan pengarahan dari Asisten Operasi (Asops) Dankodaeral XIII terkait skenario latihan.

Serta langkah-langkah taktis yang harus dilakukan prajurit saat menghadapi simulasi ancaman udara.

Menurut Sumarji, latihan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme prajurit. Sekaligus memperkuat koordinasi antarunsur di lingkungan satuan.

“Melalui latihan yang berkesinambungan ini diharapkan kemampuan, koordinasi, dan profesionalisme prajurit Kodaeral XIII semakin meningkat dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Laut,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#pelatihan #Kodaeral XIII Tarakan #kesiapsiagaan prajurit