Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Update Banjir Nunukan: Debit Air Menurun, BPBD Pastikan Penanganan Logistik Masih Berjalan Lancar

Beraupost • Jumat, 6 Maret 2026 | 08:15 WIB

DAMPAK BANJIR: Pembersihan sisa-sisa banjir di permukiman dan fasilitas umum. Status tanggap darurat masih diberlakukan hingga 8 Maret 2026. (BPBD KALTARA UNTUK HRK)
DAMPAK BANJIR: Pembersihan sisa-sisa banjir di permukiman dan fasilitas umum. Status tanggap darurat masih diberlakukan hingga 8 Maret 2026. (BPBD KALTARA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara memastikan kondisi banjir di wilayah Kabupaten Nunukan, khususnya di Kecamatan Lumbis dan Sembakung mulai berangsur surut.

Namun, status tanggap darurat masih diberlakukan hingga 8 Maret 2026 sambil menunggu situasi benar-benar stabil di lapangan.

Kepala BPBD Kaltara Andi Amriampa mengatakan, telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta menilai dampak bencana yang terjadi di wilayah tersebut.

“Tim TRC Provinsi sudah turun ke lapangan. Kami menurunkan empat personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan tiga orang dari tim Jitu Pasna untuk melakukan kajian,” ujarnya, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, tim tersebut bertugas memantau kondisi terkini sekaligus mengumpulkan data terkait dampak banjir, baik terhadap masyarakat maupun fasilitas umum.

Berdasarkan laporan terakhir dari tim di lapangan, debit air sudah menurun dan kondisi banjir berangsur kembali ke situasi normal.

Meski air telah surut, sejumlah kegiatan tanggap darurat masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan relawan di lokasi terdampak.

Salah satunya pendistribusian logistik bagi warga serta pembersihan sisa-sisa banjir di permukiman dan fasilitas umum.

“Dalam masa tanggap darurat ini, selain distribusi logistik juga dilakukan pembersihan bekas banjir di rumah warga maupun fasilitas umum,” jelasnya.

Selain melakukan kajian dampak bencana, BPBD Kaltara juga memantau rencana relokasi warga yang selama ini tinggal di daerah rawan banjir di wilayah Sembakung.

Rencana relokasi tersebut diarahkan ke lokasi yang lebih tinggi, guna meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.

Menurut Andi, tim Jitu Pasna juga ditugaskan untuk melihat langsung perkembangan rencana relokasi tersebut di lapangan. Termasuk kesiapan lahan yang disiapkan pemerintah setempat.

“Relokasi direncanakan ke daerah yang lebih tinggi agar ke depan tidak lagi terdampak banjir. Tim kami juga melihat bagaimana perkembangan rencana itu di lapangan,” katanya.

Saat ini, BPBD Kaltara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi. Sekaligus memastikan proses pemulihan pascabanjir berjalan dengan baik. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#banjir #BPBD Kaltara #nunukan