Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mudik Lebaran 2026 di Tarakan Dijamin Aman! Polres dan Forkopimda Mulai Matangkan Operasi Ketupat Kayan

Beraupost • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:35 WIB

RAPAT KOORDINASI: Forkopimda Tarakan melaksanakan rapat koordinasi Operasi Ketupat Kayan 2026, Selasa (3/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
RAPAT KOORDINASI: Forkopimda Tarakan melaksanakan rapat koordinasi Operasi Ketupat Kayan 2026, Selasa (3/3). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Kesiapsiagaan aparat dan pemerintah daerah dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah mulai dimatangkan sejak dini.

Melalui rapat koordinasi dan Zoom Meeting Operasi Ketupat Kayan 2026, jajaran Polres Tarakan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menegaskan komitmen pengamanan menyeluruh demi memastikan Lebaran di Kota Tarakan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Rapat yang digelar Selasa (3/3), tidak sekadar membahas teknis pengamanan rutin. Lebih dari itu, seluruh pemangku kepentingan diminta mengantisipasi potensi kerawanan.

Mulai dari lonjakan mobilitas masyarakat, stabilitas harga bahan pokok, hingga kemungkinan bencana alam yang dapat mengganggu jalannya ibadah dan arus mudik.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasi Humas Iptu Rusli mengatakan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Operasi Ketupat tahun ini.

Meski terdapat prediksi penurunan pergerakan masyarakat dibanding tahun sebelumnya, seluruh jajaran diminta tidak lengah.

“Persiapan harus tetap maksimal. Semua objek vital, jalur lalu lintas, tempat ibadah, hingga pusat keramaian menjadi fokus pengamanan,” ujarnya.

Rakor tersebut dihadiri Wali Kota Tarakan, Dandim 0907 Tarakan, Dansatad 204 Tarakan, jajaran Forkopimda, serta Pejabat Utama Polres Tarakan.

Sinergi lintas institusi ini diharapkan mampu memperkuat pengamanan terpadu selama masa mudik dan Hari Raya Idulfitri.

Selain rekayasa lalu lintas untuk mencegah kepadatan dan kecelakaan, aparat juga menekankan pentingnya pelayanan humanis kepada masyarakat.

“Pengamanan di masjid, terminal, pelabuhan, bandara sampai objek wisata akan ditingkatkan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan relawan,” sebut Rusli.

Di sisi lain, pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok turut menjadi perhatian serius. Satgas pangan diminta aktif berkoordinasi dengan instansi terkait. Guna memastikan distribusi berjalan lancar, termasuk ketersediaan BBM dan BBG.

Penindakan tegas akan dilakukan terhadap pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara melanggar aturan, tanpa mengganggu pasokan di lapangan. Aspek mitigasi bencana juga menjadi salah satu fokus pembahasan.

“Seluruh stakeholder diminta menyiapkan jalur evakuasi, titik pengungsian, dukungan logistik, perlengkapan SAR, hingga sarana pendukung seperti genset dan jaringan komunikasi. Karena ini penting mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari Operasi Ketupat Kayan 2026, sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan) dan Pos Terpadu akan didirikan di titik-titik strategis.

Selain berfungsi sebagai pusat pengamanan, pos tersebut juga disiapkan sebagai rest area bagi pemudik agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

“Kami berharap pelaksanaan Idulfitri dan arus mudik Lebaran 2026 di Tarakan tidak hanya berlangsung kondusif. Tetapi juga mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta gangguan keamanan lainnya,” harap Rusli. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Kesiapsiagaan #arus mudik #lebaran