Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tagihan Listrik dan Air PAM di Kaltara Melonjak 19,89 Persen, BPS: Ini Pemicu Utama Inflasi Tahunan

Beraupost • Rabu, 4 Maret 2026 | 09:10 WIB

INFLASI TAHUNAN: Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan signifikan secara tahunan terjadi pada kelompok perumahan salah satunya listrik yang melonjak 19,89 persen. (FAISAL/HRK)
INFLASI TAHUNAN: Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan signifikan secara tahunan terjadi pada kelompok perumahan salah satunya listrik yang melonjak 19,89 persen. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Februari 2026 sebesar 4,75 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,11 pada Februari 2025 menjadi 109,06 pada Februari 2026.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, secara bulanan (month-to-month/m-to-m) Februari 2026 juga mengalami inflasi sebesar 0,47 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat 0,57 persen.

“Secara umum terjadi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi tahunan Februari 2026 mencapai 4,75 persen,” ujarnya, Selasa (3/3).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan signifikan secara tahunan terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak 19,89 persen.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 16,44 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 7,41 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat inflasi 1,08 persen secara tahunan. Sementara itu, beberapa kelompok justru mengalami penurunan indeks atau deflasi.

Seperti pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,52 persen, transportasi 0,81 persen. Serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,32 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi y-on-y antara lain tarif listrik, emas perhiasan, tarif air minum PAM, tarif rumah sakit, beras, ikan bandeng dan ikan bolu, bawang merah, telur ayam ras, hingga minyak goring,” sebutnya.

Sebaliknya, komoditas seperti angkutan udara, tomat, sawi hijau, bayam, dan kangkung menjadi penahan laju inflasi.

Secara bulanan, inflasi Februari 2026 terutama dipicu kenaikan harga emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, beras, dan bawang putih.

Adapun komoditas yang menahan inflasi m-to-m di antaranya bayam, bawang merah, sawi hijau, ikan layang, dan kangkung.

BPS Kaltara menilai dinamika harga masih dipengaruhi faktor pasokan dan kebijakan tarif. Terutama pada sektor energi dan kebutuhan pokok masyarakat. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#listrik #BPS Kaltara #Inflasi Kaltara