HARIAN RAKYAT KALTARA — Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat menangani ruas jalan nasional yang amblas di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.
Kerusakan yang terjadi pada Kamis (26/2) sekitar pukul 02.00 Wita itu sempat memutus akses utama dan mengganggu arus lalu lintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN Wilayah I Kaltara Dendy Sofian mengatakan, langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Penanganan awal difokuskan pada pengamanan area dan pengaturan lalu lintas guna mencegah kecelakaan.
“Penanganan sementara yang kami lakukan, pemasangan police line dan pengalihan jalur lalu lintas melalui jalan kampung,” ujarnya, Jumat (27/2).
Ruas jalan yang amblas berada di titik KM TJS 109+420 pada segmen Sekatak Buji—Rian.
Berdasarkan hasil pengukuran sementara, panjang badan jalan yang terdampak mencapai sekitar 12 meter dengan lebar 11 meter. Kondisi ini membuat kendaraan tidak dapat melintas secara normal.
Sebagai langkah darurat lanjutan, Satker PJN melakukan penggantian armco menggunakan stok milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltara.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses sementara. Sebelum dilakukan penanganan permanen.
“Selain penanganan darurat, kami juga telah mengusulkan perbaikan permanen menggunakan box culvert,” jelasnya.
Untuk konstruksi permanen, rencananya akan digunakan box culvert berukuran 2x2 meter guna memperkuat struktur jalan di lokasi tersebut.
Perkiraan kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen mencapai sekitar Rp 900 juta.
Jalan nasional ini merupakan akses vital penghubung darat dari Tanjung Selor, ibu kota Provinsi Kaltara menuju Kabupaten Tana Tidung dan Malinau.
Putusnya jalur ini sempat menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah.
“Beruntung, kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat melintas melalui jalur alternatif yang melewati kawasan permukiman warga. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk jangka panjang,” tuturnya.
Ia menegaskan, berkomitmen mempercepat proses penanganan agar arus lalu lintas kembali normal.
“Kami upayakan secepat mungkin, karena ini jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi