HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara masih menetapkan status siaga, menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan.
Perkembangan terbaru menunjukkan kondisi di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, mulai berangsur membaik.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltara Andi Amriampa mengatakan, terus melakukan monitoring intensif terhadap situasi di lapangan melalui laporan Pusdalops serta koordinasi dengan BPBD Nunukan.
“Saat ini kita masih tahap monitoring perkembangan di lapangan. Jika kondisinya mendesak, segera kita turunkan TRC (Tim Reaksi Cepat),” ujar Andi, Kamis (26/2).
Ia menegaskan, TRC BPBD Kaltara saat ini dalam posisi standby dan siap digerakkan sewaktu-waktu.
Apabila terjadi peningkatan eskalasi bencana atau diperlukan dukungan tambahan di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan harian Pusdalops BPBD Kaltara, banjir dipicu curah hujan tinggi, pasang surut air laut, sedimentasi sungai.
Termasuk banjir kiriman yang menyebabkan meluapnya Sungai Sedalir dan Sungai Sembakung.
Tinggi muka air di wilayah Mansalong sebelumnya tercatat mencapai 9,77 meter, dari batas normal 7 meter, bahkan sempat menyentuh 10,4 meter.
“Sejumlah kecamatan terdampak antara lain Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, dan Sembakung. Ribuan jiwa dilaporkan terdampak, dengan puluhan warga sempat mengungsi ke pos BPBD setempat,” urainya.
Namun begitu, ia menyampaikan kabar baik dari lapangan. Kondisi pagi ini, di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, banjir mulai surut.
Warga bersama petugas sudah mulai melakukan pembersihan material lumpur sisa banjir.
“Meski air berangsur turun, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada. Pasalnya, intensitas hujan sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi, terutama pada malam hari,” terangnya.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga sempat menggenangi fasilitas umum, sekolah, serta menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat.
Kebutuhan logistik bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lansia, masih menjadi perhatian.
BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kecamatan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kita tetap siaga. Jangan sampai lengah meskipun air mulai surut. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas,” tutupnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi