HARIAN RAKYAT KALTARA— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan adanya potensi banjir.
Fenomena kemarau basah dan kondisi atmosfer yang sulit diprediksi menjadi perhatian serius.
Kepala BPBD Kaltara Andi Amriampa mengatakan, berdasarkan peringatan prakiraan cuaca dari BMKG.
Februari ini masuk dalam periode rawan banjir, khususnya di Kabupaten Bulungan dan Malinau.
“Yang dikhawatirkan sebenarnya banjir. Februari ini waspada banjir, terutama Malinau dan Bulungan,” ujarnya, Jumat (20/2).
Sejumlah daerah aliran sungai menjadi fokus pemantauan, di antaranya Sungai Kayan dan Sungai Mentarang.
Intensitas curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan debit air dan memicu luapan, terutama di kawasan bantaran sungai.
Meski hingga saat ini belum terjadi banjir besar, BPBD menegaskan peringatan dini harus menjadi perhatian bersama.
Menurut Andi, kondisi cuaca saat ini tergolong basah meskipun secara kasat mata terasa panas.
“Sejauh ini masih aman, tapi warning dari BMKG menyebutkan Februari ini potensi banjir, khususnya di Malinau dan Bulungan. Memang terasa adem dan ada angin sore, tapi ini kondisi basah. Justru yang harus diwaspadai itu banjir,” tegasnya.
Di sisi lain, Andi memastikan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini tidak terpantau.
Kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat diwarnai kekeringan.
“Karhutla kemarin sudah lewat, untuk beberapa waktu terakhir ini juga tidak terpantau,” katanya.
Ia menjelaskan, pola musim di Kalimantan kini semakin tidak menentu akibat pengaruh fenomena global seperti El Nino dan siklon.
Bahkan tahun lalu, Kaltara mengalami kondisi yang disebut sebagai kemarau basah—musim kemarau yang tetap disertai curah hujan tinggi.
“Tahun lalu itu kemarau, tapi kemarau basah. Bahkan ada daerah lain yang banjir saat kemarau. Sekarang ini banyak dipengaruhi El Nino dan siklon,” jelasnya.
Fenomena anomali cuaca tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penyusunan langkah mitigasi bencana.
BPBD Kaltara pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama bagi warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.
“Kita minta masyarakat tetap waspada dan tidak lengah. Kondisi cuaca sekarang sulit diprediksi,” tuturnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi