Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Warga Bulungan Cek! Ini Daftar Harga Bahan Pokok yang Naik di Awal Ramadan 2026

Beraupost • Jumat, 20 Februari 2026 | 10:05 WIB
SIDAK PASAR: Bupati Bulungan Syarwani ingin memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (19/2) pagi. (FAISAL/HRK )
SIDAK PASAR: Bupati Bulungan Syarwani ingin memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (19/2) pagi. (FAISAL/HRK )

HARIAN RAKYAT KALTARA — Mengawali 1 Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Bulungan Syarwani bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris Kabupaten, kepala perangkat daerah, BPS, hingga Bulog turun langsung meninjau Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (19/2) pagi. 

Inspeksi mendadak (Sidak) ini difokuskan pada ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri. 

“Pertama kita pastikan ketersediaan. Kedua, kita melihat langsung perkembangan harga di lapangan,” terang Syarwani. 

Dari hasil pantauan, sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan. Cabai lokal menembus kisaran Rp 80 ribu per kilogram.

Sementara cabai pasokan dari Sulawesi berada di rentang Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. 

Namun, lonjakan paling signifikan terjadi pada daging sapi lokal yang kini mencapai Rp 180 ribu per kilogram, dari harga normal sekitar Rp 150 ribu. 

Menurut Syarwani, kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah berkoordinasi dengan Bulog.

Untuk mendatangkan daging beku sebagai alternatif, guna menyeimbangkan harga daging segar di pasaran. 

“Kita komunikasikan dengan Bulog agar bisa mengintervensi melalui pasokan daging beku. Tujuannya untuk mengimbangi harga daging lokal yang saat ini cukup tinggi,” jelasnya. 

Untuk komoditas beras, program SPHP masih berjalan dengan harga sesuai HET, yakni sekitar Rp 13 ribu per kilogram atau Rp 65 ribu per 5 kilogram. Meski demikian, beras premium tercatat mengalami kenaikan. 

Sebagai upaya pengendalian, Pemkab Bulungan akan mengaktifkan kembali toko Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Induk dengan menggandeng Bulog. 

Melalui toko tersebut, pemerintah akan menjual komoditas strategis, guna menekan lonjakan harga selama Ramadan. 

“Melalui toko TPID, kita bisa menjual produk dari Bulog untuk mengimbangi harga pasar,” tegasnya. 

Selain pengawasan harga, Syarwani juga meninjau progres pembenahan fasilitas pasar. Pada 2025, Pemkab telah melakukan pengaspalan area pasar dan membangun sentra kuliner yang akan diresmikan usai Lebaran. 

Fasilitas tersebut dirancang menampung sedikitnya 24 pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan.

Tujuannya agar pedagang lebih tertata dan konsumen merasa nyaman, tidak lagi terganggu debu atau lalu lintas. 

Pembangunan fasilitas tersebut dibiayai APBD 2025. Tahun 2026, pemerintah juga menargetkan pembangunan pagar keliling pasar rampung sebelum Oktober. 

Di sisi lain, Pemkab turut memberi perhatian pada pengawasan takjil di Pasar Ramadan, termasuk aspek higienitas dan keamanan pangan.

Dinas Kesehatan akan diminta melakukan monitoring rutin, agar jajanan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat. 

“Ramadan ini kita ingin memastikan harga terkendali, stok aman, dan masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#sidak pasar #bahan pokok #jelang idulfitri #Bupati Bulungan