HARIAN RAKYAT KALTARA — Aktivitas angkutan laut di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Desember 2025 menunjukkan lonjakan signifikan, baik dari sisi jumlah penumpang maupun arus barang.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat, serta geliat distribusi logistik saat akhir tahun.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim mengungkapkan, jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Desember 2025 tercatat sebanyak 22.989 orang.
Angka tersebut naik 65,31 persen dibandingkan November 2025 yang sebanyak 13.907 orang.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat pada Desember 2025 mencapai 30.518 orang atau meningkat 143,56 persen dibandingkan November 2025 yang tercatat 12.530 orang.
“Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode akhir tahun,” ujarnya, Rabu (18/2).
Secara kumulatif, jumlah penumpang yang datang selama Januari—Desember 2025 tercatat sebanyak 235.718 orang atau turun tipis 1,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 238.276 orang.
Sebaliknya, penumpang yang berangkat secara kumulatif justru meningkat 8,73 persen menjadi 265.215 orang, dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 243.916 orang.
Tidak hanya penumpang, arus barang melalui angkutan laut juga menunjukkan tren positif. Jumlah barang yang dimuat pada Desember 2025 tercatat sebesar 1.500.734 ton atau naik 14,04 persen dibandingkan November 2025.
“Secara kumulatif Januari—Desember 2025, total barang yang dimuat mencapai 16.492.370 ton atau meningkat 8,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 15.215.616 ton,” sebutnya.
Dari sisi pelabuhan, peningkatan muat barang terbesar pada Desember 2025 terjadi di Pelabuhan Tanjung Selor yang naik 28,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, Pelabuhan Pulau Bunyu tetap menjadi penyumbang terbesar volume muat barang.
Adapun untuk kegiatan bongkar barang, pada Desember 2025 tercatat sebesar 302.934 ton atau melonjak 63,03 persen dibandingkan November 2025.
Secara kumulatif sepanjang 2025, total barang yang dibongkar mencapai 3.029.080 ton atau meningkat 33,47 persen. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 2.269.465 ton.
Mustaqim menambahkan, peningkatan arus barang dan penumpang ini menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya dalam mendukung distribusi logistik dan konektivitas antarwilayah di Kaltara.
“Perkembangan ini menunjukkan peran strategis transportasi laut dalam menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Utara,” ujarnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi