Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Karantina Kaltara Bakal Tindak Tegas Penyelundupan Pangan Ilegal di Pintu Masuk Tarakan

Beraupost • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:50 WIB
PENGAWASAN: Karantina Kaltara awasi barang keluar masuk di Pelabuhan Malundung Tarakan. (HRK)
PENGAWASAN: Karantina Kaltara awasi barang keluar masuk di Pelabuhan Malundung Tarakan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Menjelang Ramadan Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara (Kaltara) memperketat pengawasan arus masuk komoditas pangan dan hewan ke wilayah Tarakan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh komoditas yang beredar aman, layak konsumsi. Serta bebas dari hama dan penyakit berbahaya.

Kepala Karantina Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, fokus utama pengawasan saat ini berada di pintu-pintu masuk resmi, baik pelabuhan maupun bandara.

Seluruh komoditas, mulai dari hewan hidup hingga produk pangan segar, diwajibkan memenuhi persyaratan karantina.

"Pengawasan Ramadan akan kami lakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya. Hewan kurban, baik sapi maupun kambing, harus memenuhi persyaratan karantina dan bebas HPHK. Saat ini ada penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menjadi perhatian, ditambah ancaman virus Nipah. Semua itu wajib diantisipasi," tegasnya.

Tak hanya hewan, Karantina Kaltara juga menaruh perhatian besar pada komoditas pangan pokok, seperti ayam dan produk turunannya.

Pengawasan mencakup aspek kesehatan hewan, kelayakan konsumsi, hingga mutu dan rantai dingin selama distribusi.

"Beberapa hari lalu kami menemukan ayam yang dimasukkan menggunakan kantongan plastik tanpa sertifikat karantina. Untuk kasus kecil, kami lakukan edukasi. Namun jika volumenya besar atau risikonya tinggi, tentu akan kami tindak tegas," ujar Ichi.

Ia mengakui keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, strategi pengawasan difokuskan terlebih dahulu pada pintu masuk utama.

Sambil memetakan jalur-jalur lain yang berpotensi digunakan untuk lalu lintas komoditas.

"Konsen kami di pintu resmi dulu, sambil memetakan pintu lain yang belum ditetapkan. Agar ke depan pengawasan bisa lebih merata," tambahnya.

Selain pengawasan lapangan, Karantina Kaltara juga terlibat aktif dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Tarakan. Forum ini menjadi wadah koordinasi lintas instansi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan saat Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri.

Dalam pertemuan tersebut Wali Kota Tarakan dr H. Khairul menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mengingat Tarakan berperan sebagai motor ekonomi Kalimantan Utara.

"Tarakan menyumbang sekitar 40 persen PDRB Kaltara. Menghadapi potensi lonjakan harga menjelang hari besar, kita harus sinergi. Program cetak sawah perlu dipercepat, dan suplai komoditas lokal seperti kangkung dari petani harus dimaksimalkan," ujarnya.

Melalui penguatan pengawasan karantina dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap distribusi pangan tetap lancar, harga terkendali. Serta masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan aman.(sas/uno)

Editor : Nurismi
#karantina #menjelang ramadan #Perketat #pintu masuk