HARIAN RAKYAT KALTARA - Pemerataan pendidikan menjadi sorotan, seiring langkah agresif pemerintah pusat memperluas program Sekolah Rakyat (SR) ke berbagai daerah.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, program ini diproyeksikan sebagai instrumen strategis.
Untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Secara nasional, Sekolah Rakyat telah diresmikan di 166 titik yang tersebar di sejumlah provinsi.
Program ini tidak hanya menyasar wilayah padat penduduk. Tetapi juga daerah terluar, tertinggal, dan perbatasan.
Salah satu yang telah beroperasi yakni Sekolah Rakyat di Kota Tarakan sejak 2025, yang kini menjadi percontohan pelaksanaan program di kawasan perbatasan.
Di Provinsi Kalimantan Utara, pemerintah daerah terus mendorong penambahan unit Sekolah Rakyat.
Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, menyampaikan, masih memperjuangkan persetujuan pembangunan sekolah di Kabupaten Bulungan. Menurut Zainal, kebutuhan lahan menjadi salah satu syarat utama yang tengah diproses.
"Pemerintah Provinsi Kaltara saat ini mencari lokasi sekitar 10 hektare di Kabupaten Bulungan. Dua desa yang telah diajukan sebagai calon lokasi pembangunan yakni Desa Gunung Sari dan Desa Ardi Mulyo,” terangnya, Selasa (17/2).
Ia menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat di provinsi ke-34 di Indonesia ini sangat dibutuhkan. Selain membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
Program ini juga diyakini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltara dalam jangka panjang.
"Sebelumnya, usulan Sekolah Rakyat di Tarakan telah terealisasi dan kini memasuki tahap operasional. Keberhasilan tersebut menjadi dorongan moral bagi pemerintah daerah untuk kembali mengajukan pembangunan di wilayah lain,” jelasnya.
Dengan perluasan yang terus berjalan, pemerintah pusat berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi fondasi pemerataan pendidikan nasional.
"Bagi Kalimantan Utara, tambahan fasilitas ini bukan sekadar proyek pembangunan. Melainkan investasi masa depan bagi generasi muda di wilayah perbatasan Indonesia,” tutupnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi