Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Cuma Angka, Kesenjangan Pengeluaran Warga Miskin di Kaltara Kini Semakin Mengecil

Beraupost • Selasa, 17 Februari 2026 | 08:00 WIB
EDUKASI RUPIAH: KPwBI Kaltara melakukan edukasi rupiah ke penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan. (KPwBI KALTARA UNTUK HRK)
EDUKASI RUPIAH: KPwBI Kaltara melakukan edukasi rupiah ke penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan. (KPwBI KALTARA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat perbaikan signifikan pada dimensi kedalaman dan keparahan kemiskinan di Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang periode Maret hingga September 2025.

Penurunan ini menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah penduduk miskin yang menjadi perhatian. Tetapi juga tingkat kesenjangan pengeluaran mereka terhadap garis kemiskinan.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, persoalan kemiskinan tidak hanya diukur dari persentase penduduk miskin. Tetapi juga dari seberapa dalam dan parah kondisi kemiskinan tersebut.

Karena itu, indikator Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menjadi ukuran penting dalam evaluasi kebijakan.

“Selain menekan jumlah penduduk miskin, kebijakan pengentasan kemiskinan juga harus mampu mengurangi tingkat kedalaman dan keparahannya,” ujarnya, Minggu (15/2) lalu.

Berdasarkan data BPS, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di Kaltara turun dari 0,748 pada Maret 2025 menjadi 0,378 pada September 2025.

Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan dari 0,289 menjadi 0,048 pada periode yang sama.

Penurunan tersebut terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Pada September 2025, nilai P1 di wilayah perkotaan tercatat sebesar 0,459. Sedangkan di perdesaan lebih rendah yakni 0,225.

“Hal serupa terlihat pada Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Di mana wilayah perkotaan berada pada angka 0,066 dan perdesaan 0,013,” terangnya.

Ia menuturkan, lebih rendahnya nilai indeks di perdesaan menunjukkan bahwa rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan di wilayah tersebut, relatif lebih kecil dibandingkan perkotaan.

Data ini diolah berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode Maret—September 2025.

“Kami menilai tren penurunan kedua indeks tersebut menjadi sinyal positif bagi efektivitas program penanggulangan kemiskinan di Kaltara,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tetap menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan program bantuan tepat sasaran. Sehingga perbaikan yang terjadi dapat berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#BPS Kaltara #angka kemiskinan #Kaltara