Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Siap-Siap Ramadan 1447 H! Simak Poin Penting Deklarasi Tokoh Agama Tarakan Demi Ibadah yang Nyaman

Beraupost • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:30 WIB
KOMITMEN BERSAMA: Tokoh lintas agama kompak jaga kondusifitas Kota Tarakan jelang Ramadan, Rabu (11/2). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
KOMITMEN BERSAMA: Tokoh lintas agama kompak jaga kondusifitas Kota Tarakan jelang Ramadan, Rabu (11/2). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, suasana kebersamaan lintas iman kembali diteguhkan di Kota Tarakan.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan bersama Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar silaturahmi dan doa bersama lintas tokoh agama.

Sebagai ikhtiar merawat persatuan sekaligus memperkuat benteng pencegahan, terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam forum tersebut, para tokoh agama dan ormas Islam menyatakan komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas Kota Tarakan.

Yang ditandai dengan deklarasi bersama menjelang Ramadan. Isi deklarasi menegaskan kesiapan tokoh agama dan ormas Islam untuk menjaga dan mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kota Tarakan. Khususnya selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Selain itu, mereka juga mengimbau masyarakat agar terus menjaga sikap toleransi serta kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terbangun dengan baik.

Sekretaris FKUB Kota Tarakan Syamsi Sarman mengatakan, pertemuan lintas tokoh ini memiliki misi. Utama menciptakan rasa aman bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

Sekaligus memastikan seluruh pemeluk agama dapat beraktivitas sesuai keyakinan masing-masing tanpa rasa khawatir.

“Kita berharap selama pelaksanaan ibadah puasa tidak ada gangguan kamtibmas. Misi utamanya kondusifitas wilayah agar semua bisa beribadah dengan tenang,” ujar Syamsi, Rabu (11/2).

Syamsi mengungkapkan, FKUB mencatat sejumlah persoalan yang kerap muncul setiap Ramadan dan perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

Di antaranya, pengawasan peredaran minuman keras (miras), penindakan terhadap balapan liar. Serta fenomena lomba lari di jalan raya yang sering memicu keresahan warga.

Selain itu, FKUB juga mendorong penertiban aktivitas membangunkan sahur agar dilakukan secara santun, tidak berlebihan, dan tidak mengganggu masyarakat yang sedang beristirahat.

“Semua ini kami rekomendasikan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

FKUB juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap edaran Wali Kota Tarakan. Terutama terkait pengaturan jam operasional warung makan serta penutupan tempat hiburan malam (THM) selama bulan Ramadan.

Senada dengan FKUB, Ketua IV MUI Kota Tarakan Abu Salman mengapresiasi langkah Binda Kaltara yang memfasilitasi pertemuan lintas iman tersebut.

Menurutnya, kerukunan dan ketentraman merupakan fondasi utama bagi kelancaran ibadah dan kehidupan sosial masyarakat.

“Ketentraman adalah tugas pokok kita bersama. Kalau aman, ibadah menjadi tenang dan hubungan sosial berjalan baik. Kami bahkan mengusulkan agar pertemuan seperti ini bisa dilakukan rutin setiap bulan,” kata Abu Salman.

Ia juga menyoroti meningkatnya peredaran miras oplosan, khususnya di kalangan remaja. Yang dinilai menjadi salah satu pemicu utama gangguan kamtibmas.

“Yang berbahaya sekarang miras oplosan dari bahan tertentu yang diramu sendiri. Ini harus menjadi perhatian serius kepolisian dan pemerintah,” tegasnya.

Terkait toleransi, Abu Salman menilai aturan terhadap warung makan sebaiknya diterapkan secara proporsional.

Warung tetap dapat melayani musafir atau warga yang tidak berpuasa. Namun dengan mengikuti koridor yang ditetapkan pemerintah, seperti penggunaan tirai penutup. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#fkub #ramadan #Kaltara