Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Sempat Hilang Saat Mandi di Sungai Giram Pendek, Pelajar 16 Tahun di Sekatak Ditemukan Meninggal Dunia

Beraupost • Jumat, 6 Februari 2026 | 09:50 WIB
PENCARIAN KORBAN: Proses pencarian korban yang berenang di Sungai Giram Pendek, Sekatak, Rabu (4/2) sore lalu. (POLRESTA BULUNGAN UNTUK HRK)
PENCARIAN KORBAN: Proses pencarian korban yang berenang di Sungai Giram Pendek, Sekatak, Rabu (4/2) sore lalu. (POLRESTA BULUNGAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Peristiwa tragis menimpa seorang remaja putri di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Seorang pelajar perempuan berinisial I (16) dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Giram Pendek, Rabu (4/2) sore.

Korban ditemukan meninggal dunia oleh warga pada Kamis (5/2), tidak jauh dari lokasi awal korban mandi.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Berdasarkan keterangan saksi DY (14), korban sempat mendatangi rumah saksi di Jalan Poros Kaltara, Desa Kelembunan, untuk mengajak mandi ke sungai.

Keduanya kemudian berboncengan sepeda motor menuju Sungai Giram Pendek. Sesampainya di lokasi, korban langsung mandi di sungai. Sementara saksi hanya berendam di pinggir sungai.

Setelah beberapa saat, saksi mengajak korban untuk pulang. Namun saat melihat ke arah tempat korban mandi. Korban sudah tidak terlihat di permukaan air.

“Saksi sempat mencari di sekitar lokasi, namun korban tidak ditemukan. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian kepada orang tuanya,” ujar Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan Aipda Hadi Purnomo, Kamis (5/2).

Dari catatan kepolisian, saat kejadian kondisi air sungai sedang surut, namun arus cukup deras.

Korban diketahui mengenakan celana panjang kain polos berwarna coklat dan kaos oblong berwarna oranye kekuningan.

Usai laporan diterima, pencarian langsung dilakukan oleh personel Polsek Sekatak, Koramil Sekatak, serta masyarakat Desa Paru Abang.

Proses pencarian dilakukan menggunakan perahu ketinting dan peralatan seadanya menyusuri aliran sungai.

“Sekitar pukul 06.30 WITA, Kamis (5/2), korban akhirnya ditemukan oleh warga yang ikut melakukan pencarian. Lokasi penemuan tidak jauh dari tempat korban terakhir kali mandi,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di RT 02 Desa Kelembunan. Atas permintaan keluarga, korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kecamatan Sekatak untuk dilakukan visum.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama saat kondisi arus deras. Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pesannya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#polres bulungan #tenggelam #sungai