HARIAN RAKYAT KALTARA - Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kalimantan Utara (Kaltara) memperketat pengawasan distribusi bahan pokok, khususnya beras. Guna melindungi konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan.
Dalam pemantauan tersebut, Satgas menemukan beras yang belum mengantongi izin edar saat inspeksi di Pasar Induk Tanjung Selor dan salah satu ritel modern di Kabupaten Bulungan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltara Kombes Pol Dadan Wahyudi mengatakan, pengawasan dilakukan tidak hanya untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Tetapi juga menjamin keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.
“Secara umum stok bahan pokok di Kaltara, InsyaAllah aman menjelang bulan puasa. Namun saat pengecekan izin edar, kami menemukan satu merek beras yang belum memiliki izin edar. Sehingga kami minta kepada penjual untuk tidak menjualnya terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (5/2).
Ia menjelaskan, beras tersebut diketahui berasal dari Pulau Jawa. Selain temuan itu, Satgas Pangan juga mendapati sejumlah merek beras lain yang izin edarnya telah habis masa berlaku dan perlu segera diperpanjang.
Ia menegaskan, meskipun distribusi beras ke Kaltara secara umum sudah prosedural berasal dari Jawa Timur dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Namun kepatuhan terhadap izin edar tetap menjadi syarat mutlak.
“Izin edar penting untuk memberikan jaminan keamanan dan kepastian kepada masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi,” tegasnya.
Selain beras, Satgas Pangan turut memantau 14 komoditas bahan pokok lainnya, seperti gula, telur, dan bawang.
Hasil pemantauan menunjukkan seluruh komoditas tersebut masih tersedia dan relatif stabil dari sisi harga. Meski Kaltara merupakan wilayah distribusi terluar dengan rantai pasok yang cukup panjang.
“Para distributor dan pelaku usaha untuk segera mengurus dan memperpanjang izin edar produk pangan. Proses pendaftaran izin tidak dipungut biaya, sehingga tidak ada alasan untuk mengabaikan kewajiban tersebut,” imbau dia.
Sementara itu, Asisten II Setprov Kaltara Bustan menyatakan pemantauan ini merupakan bagian dari kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Pemerintah daerah juga melakukan sosialisasi kepada ritel modern dan agen pasar. Agar tidak memperdagangkan produk pangan tanpa izin edar.
“Kami ingin tata niaga pangan di Kaltara berjalan tertib. Stok pangan utama mencukupi dan harga relatif terkendali,” kata Bustan.
Ia memastikan stok beras, gula, bawang, dan telur aman bahkan hingga enam bulan ke depan. Dengan harga beras berkisar Rp 16 ribu-Rp17 ribu per kilogram, tergantung jenisnya.
Di tempat yang sama, Fungsional Analis Ketahanan Pangan (AKP) Ahli Madya Badan Pangan Nasional (Bapanas) Bambang Hariyanto mengajak masyarakat ikut berperan aktif mengawasi peredaran beras.
Dengan mengecek nomor registrasi pada kemasan. Data izin edar, termasuk masa berlakunya, dapat dicek melalui laman resmi Sipsat.go.id. (fai/uno)
Editor : Nurismi