Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Akselerasi Ekspor Langsung Kaltara, Karantina dan Pelindo Tarakan Pangkas Biaya Logistik

Beraupost • Rabu, 4 Februari 2026 | 08:30 WIB
AKSELERASI EKSPOR: Karantina Kaltara bersama PT Pelindo Tarakan mendorong ekspor langsung tanpa harus melalui pelabuhan di provinsi lain. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
AKSELERASI EKSPOR: Karantina Kaltara bersama PT Pelindo Tarakan mendorong ekspor langsung tanpa harus melalui pelabuhan di provinsi lain. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Upaya mempercepat ekspor langsung dari Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperkuat.

Karantina Kaltara bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Tarakan menyelaraskan prosedur pemeriksaan dan sertifikasi komoditas ekspor. Guna menjaga standar mutu serta kepatuhan terhadap persyaratan negara tujuan.

Kepala Karantina Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, koordinasi tersebut merupakan bagian dari program akselerasi ekspor produk unggulan daerah.

Sekaligus mendorong ekspor langsung tanpa harus melalui pelabuhan di provinsi lain.

“Tujuannya memperkuat layanan karantina dan memfasilitasi ekspor langsung dari Kalimantan Utara agar lebih efisien,” ujarnya, Selasa (3/2).

Skema ekspor langsung dinilai mampu menekan biaya logistik, mempercepat waktu pengiriman, serta mengurangi biaya administrasi tambahan.

Dengan demikian, pelaku usaha dapat memperoleh harga jual yang lebih kompetitif di pasar internasional.

Koordinasi Karantina dan Pelindo difokuskan pada penyelarasan alur layanan pemeriksaan, pengawasan, dan sertifikasi di kawasan pelabuhan.

Langkah ini ditujukan untuk memastikan proses ekspor berjalan efektif, lancar, dan sesuai standar negara tujuan.

Ichi menegaskan penerapan standar kesehatan, keamanan, dan mutu menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekspor daerah.

Setiap komoditas yang dikirim dipastikan telah melalui proses pemeriksaan karantina sesuai regulasi.

“Setiap produk ekspor wajib memenuhi persyaratan negara tujuan. Pemeriksaan karantina dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar tersebut,” katanya.

Selain pengawasan, Karantina Kaltara juga memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha agar produk siap ekspor.

Pendekatan berbasis risiko diterapkan untuk menjaga efektivitas pengawasan tanpa menghambat arus barang.

Di sisi lain, koordinasi dengan Pelindo Tarakan memastikan kesiapan fasilitas dan kelancaran layanan di pelabuhan, sehingga proses ekspor dapat berjalan optimal.

“Pendampingan ini membantu pelaku usaha memahami persyaratan ekspor dan meminimalkan kesalahan administrasi maupun kualitas,” tambah Ichi.

Ia menilai kepastian layanan dan jaminan mutu memberikan rasa aman bagi pelaku usaha, sekaligus mendorong produk unggulan Kalimantan Utara diterima dan bersaing di pasar internasional.

“Jaminan mutu melalui layanan karantina adalah bagian tak terpisahkan dari proses ekspor,” tegasnya.

Ke depan, Karantina Kaltara menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga konsistensi layanan dan kesiapan prosedur ekspor.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan volume dan nilai ekspor daerah secara berkelanjutan. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#prosedur #sertifikasi #ekspor #Kaltara