HARIAN RAKYAT KALTARA— Rencana pembangunan Terminal Tipe A di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan hingga kini masih menunggu kepastian kesiapan lahan.
Meski perencanaan teknis telah disusun oleh pemerintah pusat, belum finalnya status lokasi menjadi faktor utama yang membuat pembangunan terminal tersebut belum dapat direalisasikan.
Terminal Tipe A merupakan kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan.
Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara tetap melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
Untuk mendorong percepatan pembangunan sarana dan prasarana transportasi darat tersebut.
Kepala Dishub Kaltara Idham Chalid mengatakan, dari sisi perencanaan, pembangunan Terminal Tipe A sebenarnya telah berada pada tahap lanjut.
Dokumen studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) telah disusun. Namun, kepastian lahan yang akan digunakan masih menjadi persoalan utama.
“FS dan DED sudah ada. Tinggal kesiapan lahan. Lokasi yang masuk dalam perencanaan berada di kawasan Pemkab Bulungan. Sehingga perlu kejelasan apakah lahan tersebut akan dilepaskan atau menggunakan skema lain. Itu menjadi ranah antara BPTD dan pihak Pemkab Bulungan nantinya,” terangnya, Selasa (3/2).
Dishub Kaltara tidak memiliki kewenangan untuk masuk ke dalam proses pelepasan lahan tersebut.
Meski begitu, Pemprov Kaltara tetap mendorong komunikasi dan koordinasi. Agar hambatan lahan dapat segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut.
Dalam proses perencanaan sebelumnya, terdapat tiga alternatif lokasi yang sempat dikaji sebagai calon pembangunan Terminal Tipe A, yakni kawasan di Jalan Poros Kilometer 2, Jalan Jelarai dan Jalan Sengkawit.
Namun, masing-masing lokasi memiliki kendala, terutama terkait status dan ketersediaan lahan.
“Dari tiga lokasi tersebut, untuk Jalan Sengkawit dan Jalan Jelarai relatif kecil kemungkinannya. Sementara di Kilometer 2 masih tersedia lahan kosong yang cukup luas. Sehingga menjadi salah satu opsi yang memungkinkan,” jelasnya.
Ia menilai, Terminal Tipe A sangat dibutuhkan untuk mendukung sistem transportasi darat yang terintegrasi dengan bandara dan pelabuhan. Namun tanpa kepastian lahan, pembangunan terminal berpotensi terus tertunda.
“Kami berharap, penyelesaian status lahan menjadi kunci agar pembangunan Terminal Tipe A di Tanjung Selor dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi mobilitas di Kaltara,” harapnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi