Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Inflasi Kaltara Tembus 4,08 Persen di Januari 2026, Tarif Listrik dan Emas Jadi Pemicu Utama

Beraupost • Rabu, 4 Februari 2026 | 07:55 WIB
DATA BPS: Kelompok penyediaan makanan dan minuman tercatat inflasi sebesar 2,52 persen. (FAISAL/HRK)
DATA BPS: Kelompok penyediaan makanan dan minuman tercatat inflasi sebesar 2,52 persen. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 4,08 persen.

Inflasi tersebut seiring dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,29 pada Januari 2025 menjadi 108,55 pada Januari 2026.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menjelaskan, secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 0,10 persen.

Sementara inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) juga berada pada angka yang sama, yakni 0,10 persen.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2026 secara umum menunjukkan adanya perubahan, dengan inflasi tahunan sebesar 4,08 persen,” ujarnya, Senin (2/2) lalu.

Ia menyampaikan, inflasi y-on-y dipicu oleh kenaikan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tertinggi sebesar 16,92 persen.

Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,00 persen serta kelompok kesehatan 7,52 persen. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,58 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tercatat inflasi 2,52 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,67 persen, serta kelompok pendidikan 0,93 persen. Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi.

Kelompok transportasi tercatat deflasi sebesar 0,87 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga deflasi 0,53 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi 0,40 persen. Selanjutnya, kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami deflasi tipis 0,04 persen.

“Terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi tahunan Januari 2026. Di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, tarif air minum PAM, tarif rumah sakit, beras, ikan layang, ikan bandeng, nasi dengan lauk, bawang merah, dan sewa rumah,” sebut dia.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain cabai rawit, tomat, angkutan udara, bawang putih, cabai merah, sawi hijau, tempe, tahu mentah, pengharum cucian, serta tarif telepon seluler.

Untuk inflasi bulanan, komoditas yang dominan menyumbang kenaikan harga antara lain emas perhiasan, ikan layang, angkutan laut, sepeda motor, bayam, nasi dengan lauk, sawi hijau, ikan tongkol, kangkung, dan sewa rumah.

“Pergerakan harga ini perlu menjadi perhatian bersama. Terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#tarif listrik #emas #BPS Kaltara #Inflasi Kaltara #Rilis