HARIAN RAKYAT KALTARA — Sepanjang tahun 2025 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tidak melakukan pembangunan berskala besar.
Namun demikian, arah kebijakan pembangunan daerah tetap difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar. Terutama yang berkaitan dengan peningkatan aksesibilitas wilayah.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara mencatat, alokasi anggaran daerah masih didominasi oleh sektor infrastruktur.
ondisi tersebut dinilai wajar mengingat Kaltara merupakan provinsi yang masih berada dalam fase pertumbuhan.
Kepala Bappeda Litbang Kaltara Bertius mengatakan, dominasi anggaran infrastruktur tidak dapat dihindari karena menjadi fondasi utama pembangunan daerah.
Infrastruktur tidak hanya mencakup pembangunan jalan. Tetapi juga fasilitas pendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan umum.
“Memang mau tidak mau, dari persentase alokasi anggaran itu lebih didominasi oleh infrastruktur. Kita ini masih provinsi yang berkembang, sehingga infrastruktur menjadi prioritas,” ujarnya, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, fokus pada pembangunan infrastruktur berdampak langsung terhadap struktur perekonomian daerah.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor konstruksi menjadi salah satu sektor yang paling menggeliat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara.
“Kalau dilihat dari struktur PDRB, sektor yang selalu bergerak itu konstruksi. Ini karena pembangunan infrastruktur terus berjalan, termasuk pembangunan perkantoran dan fasilitas pemerintahan,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan, pembangunan kawasan perkantoran di sejumlah wilayah sebagai aktivitas yang mendorong pertumbuhan sektor konstruksi secara signifikan.
Aktivitas tersebut tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Meski pembangunan besar-besaran belum dilakukan, Bertius tetap optimistis target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara dapat tercapai pada 2029.
Ia menilai optimisme tersebut perlu didukung oleh persepsi positif terhadap kondisi daerah.
“Kita harus optimis. Di sinilah peran media penting untuk memberikan gambaran yang objektif dan positif terkait kondisi daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, Kaltara memiliki modal penting dalam menarik investasi, yakni stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Meski berada dalam situasi efisiensi anggaran, kondisi keamanan dan sosial masyarakat relatif terjaga.
“Secara umum, tidak ada gejolak besar, tidak ada demonstrasi. Kondisi daerah cukup aman. Ini menjadi jaminan bagi investor bahwa Kaltara layak untuk berinvestasi,” tandasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi