HARIAN RAKYAT KALTARA — Penanganan jalan pendekat menuju Desa Tanah Kuning—Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan hingga kini belum dapat dilanjutkan.
Proyek infrastruktur yang dinilai strategis untuk mendukung pengembangan kawasan industri tersebut, masih terkendala efisiensi anggaran serta penyesuaian kebijakan fiskal.
Informasi yang diperoleh media ini, hingga saat ini penanganan jalan tersebut belum masuk dalam penganggaran melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Padahal, jalur ini menjadi salah satu akses penting menuju Kawasan Industri Tanah Kuning—Mangkupadi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kaltara Helmi membenarkan, belum adanya alokasi anggaran untuk kelanjutan pembangunan jalan tersebut pada tahun ini.
Ia menyampaikan, pemerintah daerah saat ini masih melakukan efisiensi anggaran sembari menunggu kepastian dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Untuk tahun ini, belum ada sama sekali di anggaran. Hal ini karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Saat ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat,” ujarnya, Minggu (1/2).
Ia menjelaskan, penanganan jalan pendekat Tanah Kuning—Mangkupadi tidak dapat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara pada tahun ini.
Menurutnya, penanganan jalan daerah melalui skema Inpres Jalan Daerah sepenuhnya menjadi kewenangan dan pembiayaan pemerintah pusat.
“Kalau Inpres Jalan Daerah itu masuknya dari pusat. Tahun sebelumnya, yakni 2024, memang sempat masuk. Namun untuk tahun ini belum ada kepastian,” jelasnya.
Meski belum masuk dalam penganggaran, Helmi menegaskan, Pemprov Kaltara telah mengajukan usulan pendanaan kepada pemerintah pusat.
Saat ini, pihaknya masih menunggu apakah usulan tersebut akan disetujui atau tidak.
“Kita sudah ajukan, tinggal menunggu persetujuan dari pusat. Untuk estimasi anggarannya, kurang lebih sama dengan pekerjaan sebelumnya. Karena ruas jalan yang ditangani masih cukup panjang dan membutuhkan biaya besar,” ungkapnya.
Pemprov Kaltara berharap dukungan anggaran segera turun, agar pembangunan infrastruktur pendukung kawasan Tanah Kuning—Mangkupadi dapat dilanjutkan. (fai/uno)
Editor : Nurismi