Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bandara Juwata Tarakan Siap Layani Rute Internasional, Balai Karantina Perketat Benteng Biosekuriti

Beraupost • Senin, 2 Februari 2026 | 10:10 WIB
KOORDINASI: Balai Karantina Kaltara saat melawat kantor BLU UPBU Juwata Internasional Tarakan. (BALAI KARANTINA KALTARA UNTUK HRK)
KOORDINASI: Balai Karantina Kaltara saat melawat kantor BLU UPBU Juwata Internasional Tarakan. (BALAI KARANTINA KALTARA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Rencana pengoperasian kembali penerbangan internasional di Bandara Juwata Tarakan tidak hanya soal kesiapan landasan pacu dan jadwal maskapai.

Di balik itu, penguatan pengawasan lalu lintas manusia dan komoditas lintas negara menjadi perhatian serius. Khususnya dari sisi karantina sebagai garda terdepan perlindungan wilayah.

Balai Karantina Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan seluruh sistem, personel, dan prosedur pengawasan telah dipersiapkan untuk mendukung Bandara Juwata Tarakan kembali berstatus sebagai pintu masuk internasional.

Kesiapan tersebut dinilai krusial mengingat meningkatnya risiko masuknya penyakit, hama, maupun organisme pengganggu seiring terbukanya konektivitas global.

Kepala Balai Karantina Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud menegaskan, bandara internasional tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi. Tetapi juga sebagai benteng biosekuriti negara di daerah perbatasan.

“Ketika bandara mulai melayani penerbangan internasional, maka peran karantina menjadi sangat penting. Lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya harus dipastikan aman, sehat, dan sesuai ketentuan perkarantinaan,” ujarnya.

Menurut Ichi, Kaltara memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan sekaligus jalur potensial perdagangan internasional.

Karena itu, pengawasan karantina tidak boleh longgar. Meskipun dituntut untuk tetap memberikan pelayanan yang cepat dan efisien.

Ia menjelaskan, telah melakukan berbagai penyesuaian internal, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, penguatan sistem pemeriksaan, hingga penerapan standar dan prosedur karantina internasional.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya arus penumpang dan komoditas dari dan ke luar negeri melalui Bandara Juwata Tarakan.

“Secara prinsip kami siap. Baik dari sisi personel, sistem pengawasan, maupun prosedur pelayanan. Semua sudah kami siapkan agar ketika penerbangan internasional dibuka, tidak ada kendala dari sisi karantina,” jelasnya.

Selain kesiapan internal, Balai Karantina Kaltara juga terus melakukan koordinasi teknis dengan pengelola bandara dan instansi terkait lainnya.

Koordinasi ini bertujuan memastikan alur pelayanan penumpang dan barang berjalan lancar, terintegrasi, dan tetap memenuhi standar pengawasan biosekuriti.

“Bandara internasional harus mengedepankan kecepatan layanan, tetapi pengawasan tidak boleh dikompromikan. Keseimbangan antara pelayanan dan perlindungan wilayah ini yang terus kami persiapkan,” tegas Ichi.

Ia menambahkan, pembukaan kembali rute internasional di Bandara Juwata Tarakan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Khususnya dalam meningkatkan konektivitas, pariwisata, dan perdagangan. Namun demikian, manfaat ekonomi tersebut harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan sumber daya hayati Kaltara.

“Karantina hadir untuk memastikan manfaat ekonomi bisa dirasakan, tanpa mengorbankan keamanan hayati wilayah dari risiko penyakit, hama, dan organisme pengganggu dari luar negeri. Itu komitmen kami,” tegasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#balai karantina #penerbangan internasional #Bandara Juwata Tarakan #Kaltara