Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Masjid As-Solihin Tarakan Terbakar Saat Tahap Pembangunan, Petugas PMK Berhasil Cegah Api Merembet

Beraupost • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:20 WIB
BERHASIL DIPADAMKAN: Kebakaran melanda Masjid As-Solihin di Kelurahan Karang Harapan dipadamkan petugas, Rabu (28/1). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
BERHASIL DIPADAMKAN: Kebakaran melanda Masjid As-Solihin di Kelurahan Karang Harapan dipadamkan petugas, Rabu (28/1). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Kebakaran melanda area pembangunan Masjid As-Solihin di wilayah Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat tepatnya di sekitar lampu merah sekitar pukul 14.20 Wita Jalan Aki Pingka RT 18, Selasa (27/1).

Api menghanguskan material kayu dan ambal yang tersimpan di gudang lantai bawah masjid.

Namun bangunan utama di lantai atas berhasil diselamatkan berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Petugas gabungan bergerak cepat, sehingga api dapat dikendalikan sebelum menjalar dan mengancam struktur utama bangunan masjid yang masih dalam tahap pembangunan.

Kepala Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Sofyan melalui Kepala Bidang PMK Eko Supriyatnoko menjelaskan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 14.20 Wita. Tak lama berselang, tim pemadam dari sektor utara langsung dikerahkan ke lokasi.

“Begitu laporan masuk, tim pertama bergerak dengan dua unit kendaraan pemadam. Sekitar pukul 14.30 Wita petugas sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman,” ujar Eko.

Menurutnya, api dengan cepat membesar karena material yang terbakar didominasi kayu dan ambal masjid yang mudah terbakar. Asap hitam tebal sempat terlihat membumbung dari lantai bawah bangunan.

“Pemadaman awal berlangsung sekitar 15 menit. Namun proses pendinginan memakan waktu lebih lama karena material yang terbakar cukup banyak,” jelasnya.

Untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul titik api baru, Satpol PP dan PMK menurunkan tiga unit tambahan dari Mako.

Terdiri atas satu mobil pemadam serta dua kendaraan suplai air berkapasitas 5 ton dan 10 ton.

Dukungan juga datang dari BPBD berupa satu kendaraan suplai air dan satu unit penembak air, serta bantuan dari tim Korlakar.

“Koordinasi antarpetugas berjalan sangat baik. Fokus utama kami memastikan api tidak menjalar ke bangunan utama masjid,” kata Eko.

Ia menambahkan, area yang terbakar merupakan gudang di lantai bawah yang digunakan untuk menyimpan material pembangunan. Sementara itu, lantai atas yang merupakan struktur utama masjid dalam kondisi aman.

“Bangunan utama tidak terdampak. Yang terbakar hanya material kayu dan ambal di lantai bawah,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, Eko menyebutkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Dugaan sementara mengarah pada sambungan listrik atau kabel yang belum terpasang dengan aman, mengingat masjid masih dalam tahap pembangunan.

“Diduga berasal dari instalasi listrik sementara. Polisi sudah memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Peristiwa ini, lanjut Eko, menjadi pengingat penting bagi pengelola pembangunan. Agar lebih memperhatikan aspek keselamatan, khususnya dalam penyimpanan material yang mudah terbakar.

“Ini pelajaran penting. Material bangunan seperti kayu dan ambal harus disimpan dengan aman. Terutama di lokasi yang masih menggunakan instalasi listrik sementara,” tegasnya.

Eko juga mengapresiasi kerja cepat dan solid seluruh personel di lapangan. Lokasi masjid yang berada di pinggir jalan turut memudahkan akses kendaraan pemadam.

“Alhamdulillah akses mudah, tidak ada kendala berarti. Seluruh petugas aman, bahkan kendaraan pemadam masih memiliki sisa air saat kembali,” katanya.

Usai proses pendinginan, petugas memastikan area dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi.

Pihak Satpol PP dan PMK bersama kepolisian akan terus berkoordinasi untuk memantau lokasi agar proses pembangunan masjid dapat kembali berjalan dengan aman.

“Gudang terbakar habis, namun bangunan utama selamat dan tidak ada korban jiwa. Itu yang paling penting,” pungkas Eko. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#kebakaran #masjid #Tarakan