Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Visi Kaltara 2026: Desa Bukan Lagi Sekadar Objek, Tapi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Produk

Beraupost • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:00 WIB
TRANSFORMASI: Penguatan ekonomi desa harus difokuskan pada hilirisasi produk unggulan. (HRK)
TRANSFORMASI: Penguatan ekonomi desa harus difokuskan pada hilirisasi produk unggulan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Memasuki tahun 2026, tantangan pemerintahan desVisi Kaltara 2026: Desa Bukan Lagi Sekadar Objek, Tapi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Produka di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak lagi sebatas pembangunan fisik semata.

Desa harus mampu bertransformasi menjadi pusat inovasi, penggerak ekonomi, sekaligus penjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menekankan, pembangunan desa ke depan harus diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan penciptaan ekosistem desa yang berkelanjutan.

“Kita dituntut membangun kapasitas SDM dan ekosistem masa depan desa. Desa harus tampil sebagai pusat inovasi, pusat pangan, sekaligus penjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya, Rabu (28/1).

Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai lokomotif ekonomi daerah. Oleh karena itu, penguatan ekonomi desa harus difokuskan pada hilirisasi produk unggulan. Agar desa tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah.

Pemerintah mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta koperasi desa atau kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penciptaan nilai tambah.

“Melalui penguatan BUMDes dan koperasi desa, kita ingin menciptakan nilai tambah. Sehingga pendapatan desa meningkat secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain sebagai penggerak ekonomi, desa juga diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan lingkungan.

Gubernur mengajak seluruh kepala desa di Kaltara untuk memastikan keberlanjutan lahan pertanian serta pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana.

“Desa memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Karena itu, keberlanjutan lahan pertanian harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Zainal menegaskan, Kalimantan Utara dianugerahi sumber daya alam yang melimpah dan wilayah yang luas.

Kondisi tersebut, menurutnya, harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat desa.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga, mengelola, dan memanfaatkan sumber daya alam sebesar-besarnya bagi kemakmuran desa serta kesejahteraan generasi mendatang,” pesannya.

Dengan arah pembangunan tersebut, Pemprov Kaltara berharap desa-desa mampu tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing.

Berketahanan pangan, dan ramah lingkungan, sekaligus menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#hilirisasi #bumdes #pemprov kaltara