Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jadi ‘Mata dan Telinga’ Hukum, Intip Peran Strategis Intelijen Kejari Tarakan Kawal Proyek Daerah

Beraupost • Rabu, 28 Januari 2026 | 09:35 WIB
Intelijen Kejari Tarakan fokus cegah penyimpangan proyek strategis 2025. Simak strategi pencegahan korupsi di sini
Intelijen Kejari Tarakan fokus cegah penyimpangan proyek strategis 2025. Simak strategi pencegahan korupsi di sini

HARIAN RAKYAT KALTARA — Di balik layar penegakan hukum, Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan memainkan peran strategis sebagai penjaga stabilitas keamanan, sekaligus pengawal agenda pembangunan daerah.

Sepanjang tahun 2025, fungsi intelijen tidak hanya berfokus pada penindakan. Tetapi lebih mengedepankan pencegahan dini agar potensi pelanggaran hukum dapat ditekan sejak awal.

Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan Deddy Yuliansyah Rasyid melalui Kepala Seksi Intelijen Mohammad Rahman menegaskan, intelijen kejaksaan merupakan “mata dan telinga” institusi dalam memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai koridor hukum.

“Kinerja intelijen tidak semata mencari pelanggaran. Fokus utama kami pencegahan melalui pengamanan pembangunan strategis, dukungan penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat," ujar Rahman, Senin (26/1) lalu.

Salah satu tugas utama Bidang Intelijen, mengawal program dan proyek strategis pemerintah daerah.

Agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan bebas dari penyimpangan. Pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Sehingga potensi kerugian negara dapat dicegah lebih dini.

“Pendekatannya bukan menunggu masalah muncul, tetapi mendeteksi lebih awal potensi pelanggaran agar bisa segera diperbaiki,” katanya.

Selain mengawal pembangunan, intelijen kejaksaan juga menjadi unit pendukung penting bagi bidang tindak pidana umum dan khusus.

Melalui pengumpulan data, pemetaan informasi, serta analisis intelijen, aparat penegak hukum memperoleh dasar kuat dalam menangani perkara pidana.

Peran strategis lainnya tampak dalam program Tangkap Buronan (Tabur). Bidang Intelijen Kejari Tarakan bersinergi dengan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung untuk melacak dan memantau keberadaan buronan.

Khususnya di wilayah Tarakan yang dikenal sebagai daerah transit dan pintu gerbang perbatasan.

“Wilayah perbatasan memiliki kerawanan tersendiri. Intelijen harus aktif memantau pergerakan buronan maupun potensi kejahatan lintas wilayah,” ungkap Rahman.

Di luar tugas intelijen murni, Kejari Tarakan juga menempatkan penerangan hukum sebagai bagian penting dari strategi pencegahan.

Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) rutin menyasar pelajar SMP dan SMA, dengan materi seputar bahaya narkoba, kenakalan remaja, hingga kejahatan siber yang kini marak di kalangan anak muda.

Sementara itu, program Jaksa Menyapa melalui dialog interaktif di radio serta layanan konsultasi hukum di ruang publik terus digalakkan, untuk menjangkau masyarakat luas.

“Kesadaran hukum adalah benteng pertama pencegahan kejahatan. Semakin paham hukum, semakin kecil peluang masyarakat terjerat masalah pidana,” ujarnya.

Rahman menekankan, keberhasilan kinerja intelijen tidak selalu diukur dari banyaknya kasus yang dibongkar.

Melainkan dari sejauh mana potensi pelanggaran hukum berhasil dicegah sebelum menimbulkan dampak lebih luas.

“Ketika pembangunan berjalan lancar, kebijakan aman secara hukum, dan masyarakat semakin sadar hukum, itulah indikator keberhasilan intelijen,” katanya.

Ke depan, Kejari Tarakan berkomitmen terus memperkuat fungsi intelijen sebagai garda terdepan pencegahan.

Sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

“Fungsi intelijen bukan hanya menjaga hukum, tetapi juga menjaga masa depan pembangunan daerah,” tegas Rahman. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#intelejen #proyek strategis #pencegahan korupsi #Kejari Tarakan