HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) berupaya menjaga konektivitas transportasi udara, sebagai penopang mobilitas dan aktivitas ekonomi daerah.
Salah satu langkah strategis yang akan segera direalisasikan, yakni pengaktifan kembali rute penerbangan Tanjung Selor—Balikpapan, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Januari ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid mengatakan, pembukaan kembali rute tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat.
Mengingat Balikpapan merupakan salah satu penerbangan menuju berbagai kota besar di Indonesia.
Kepastian itu diperoleh setelah adanya koordinasi intensif dengan pengelola Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor.
“Informasi yang kami terima dari kepala bandara, akhir Januari ini penerbangan Tanjung Harapan—Balikpapan akan kembali dibuka seperti sebelumnya dan dilayani Wings Air,” ujarnya, Rabu (21/1).
Menurutnya, keberadaan rute tersebut sangat penting untuk mendukung pergerakan masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan pemerintahan.
Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi adalah menjaga keberlanjutan operasional penerbangan. Khususnya terkait tingkat keterisian penumpang atau load factor.
Ia mengakui, maskapai tentu mempertimbangkan aspek bisnis. Ketika jumlah penumpang rendah sementara biaya operasional tinggi.
Maka, keberlangsungan rute menjadi tidak mudah. Pemerintah daerah tetap berupaya mendorong pemanfaatan penerbangan lokal, agar layanan tersebut dapat bertahan.
Sebelumnya, Pemprov Kaltara telah menerbitkan surat edaran yang ditandatangani Gubernur Kaltara.
Berisi imbauan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) serta perusahaan swasta. Agar memanfaatkan penerbangan melalui bandara-bandara di Kaltara, termasuk Bandara Tanjung Harapan.
Kebijakan ini diharapkan dapat menahan arus pergerakan penumpang agar tidak bergeser ke daerah lain.
“Kita ingin perputaran ekonomi tetap terjadi di Kaltara. Meski sudah ada edaran, penerapannya memang belum bisa dijadikan patokan sepenuhnya,” ungkapnya.
Saat ini, penerbangan di Bandara Tanjung Harapan masih dilayani pesawat ATR milik Wings Air.
Meski frekuensinya terbatas, layanan tersebut dinilai cukup membantu mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi yang terus berkembang. Seiring masuknya berbagai proyek strategis di Kalimantan Utara.
“Kami memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan transportasi udara. Mulai dari jumlah penumpang, ketersediaan armada, jarak tempuh, hingga efisiensi operasional. Upaya ini dilakukan agar layanan penerbangan di Kaltara dapat berjalan berkelanjutan dan aman,” terangnya.
Ia menambahkan, secara kewenangan, pengelolaan bandara berada di bawah Pemerintah Pusat melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU).
Di Kalimantan Utara terdapat satu bandara internasional, yakni Bandara Juwata Tarakan, serta sejumlah bandara kabupaten dan kota.
Termasuk Bandara Tanjung Harapan, RA Bessing Malinau, Nunukan, Krayan, Binuang, hingga Long Apung.
Selain itu, Kaltara juga memiliki bandara perintis dan landasan terbang (lapter). Dari total tersebut, enam bandara telah terverifikasi.
Sementara 14 lainnya masih dalam proses verifikasi karena harus memenuhi standar teknis keselamatan penerbangan.
Pemerintah daerah pun berharap adanya dukungan lanjutan dari Pemerintah Pusat, untuk peningkatan fasilitas dan keselamatan bandara di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. (fai/uno)
Editor : Nurismi